#LAMPUNG#BERITALAMPUNGSELATAN

Serangan Hama Masif, Petani Diminta Lakukan Gerakan Pengendalian 

Serangan Hama Masif, Petani Diminta Lakukan Gerakan Pengendalian 
Ilustrasi: Pixabay.com


Kalianda (Lampost.co)-- Lantaran serangan hama pengerat atau tikus kian masif, petani di wilayah Kecamatan Palas, Lampung Selatan, diminta untuk melakukan gerakan pengendalian secara serentak. Pengendalian ini diyakini mampu menekan serangan hama tersebut. 

Hal tersebut diungkapkan, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Palas, Syafrudin. Dia mengaku serangan hama tikus bisa dikendalikan dengan gerakan pengendalian secara serentak. 

"Kami minta petani harus kompak melakukan gerakan pengendalian secara serentak di sekitaran areal persawahan. Insyaallah, serangan hama tikus akan berkurang," kata dia melalui telepon, Minggu 14 Februari 2021.

Dia mengakui sejauh ini sudah ditemukan populasi hama pengerat di beberapa desa di Kecamatan Palas. Namun, serangan itu belum menimbulkan kerusakan pada tanaman atau hanya spot-spot saja. 

"Memang aerangan hama tikus sudah ada, seperti di Desa Bandanhurip, Palaspasemah dan Pulautengah. Tanaman padi sudah ada yang dimakan hama pengerat, tapi belum menyebabkan kerusakan. Hanya spot-spot saja dan tanaman padi masih bisa pulih," ujarnya.

Untuk mencegah serangan yang masif, Syafrudin mengharapkan pengendalian secara serentak terus dilakukan petani. Bukan hanya dengan pengasapan dan pengumpanan saja, melainkan petani juga harus melakukan pembersihan sanitasi lahan.

"Sanitasi seperti tanggul yang ada ditepian sawah juga harus dibersihkan agar tidak menjadi sarang tikus. Harapan kami dengan adanya upaya ini serangan yang masif bisa ditekan," kata dia.

Dia mengatakan pihaknya juga telah memberikan bantuan racun tikus ke sejumlah petani di Kecamatan Palas. Namun, racun untuk pengumpanan itu tidak begitu banyak sehingga tidak semua petani mendapatkan. "Sudah kami bantu juga racun tikus ke petani. Tapi, enggak banyak dan memang terbatas," ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, sejumlah petani di Kecamatan Palas, mengaku serangan hama pengerat atau tikus dalam beberapa hari terakhir kian mengganas. Bahkan, serangan hama pengerat itu mengancam merusak tanaman padi milik petani. 

Muryati, petani asal Desa Palaspasemah, mengatakan dirinya mulai kesulitan mengendalikan hama pengerat sejak beberapa hari terakhir. Ia mengaku serangan kian mengganas dan mengancam tanaman rusak. 

"Dalam beberapa hari terakhir, serangan hama pengerat kian mengganas. Serangan hama tikus itu merusak beberapa spot tanaman yang kini telH berusia berkisar 28-30 hari setelah tanam (HST)," kata Muryati.

Dia mengatakan untuk mengendalikan hama tikus itu ia telah berupaya melakukan pengumpanan racun. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil dan justru serangan kian masif. 

"Walaupun kami sudah pasang umpan di areal persawahan, tetap saja serangan hama pengerat masih ada. Bahkan, kian mengganas. Kami khawatir tanaman padi seluas dua hektare rusak," ujar dia. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait