#SeranganBom

Serangan Artileri di Sebuah Rumah Sakit Suriah Tewaskan 18 Orang

Serangan Artileri di Sebuah Rumah Sakit Suriah Tewaskan 18 Orang
Petugas berhelm putih menelusuri puing rumah sakit yang terkena serangan artileri di kota Afrin, Suriah pada Sabtu, 12 Juni 2021. (Bakr ALKASEM / AFP)


Afrin (Lampost.co) -- Serangan artileri yang mengenai sebuah rumah sakit di kota Afrin, Suriah, menewaskan setidaknya 18 orang. Kelompok pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SORH) melaporkan bahwa seorang dokter, tiga staf rumah sakit, dua perempuan, dan dua anak-anak tewas dalam serangan di rumah sakit al-Shifaa.

SOHR menambahkan, seorang komandan pemberontak juga tewas di area rumah sakit tersebut. Setidaknya 23 orang dilaporkan terluka dalam serangan.

Seorang koresponden kantor berita AFP merekam momen sekelompok petugas berhelm putih yang mengevakuasi sejumlah korban tewas dari rumah sakit al-Shifaa.

"Artileri mengenai beberapa area di kota (Afrin) dan juga menghantam sebuah rumah sakit," kata direktur SOHR Rami Abdel Rahman kepada AFP pada Minggu, 13 Juni 2021.

"Sebagian besar korban meninggal dalam serangan ini adalah mereka yang berada di rumah sakit," sambungnya. Ia khawatir jumlah korban tewas dapat terus bertambah karena banyak korban luka berada dalam kondisi kritis.

Rami mengatakan serangan artileri berasal dari provinsi Aleppo "di mana milisi loyalis Iran dan Suriah dikerahkan, di dekat area yang dikuasai pasukan Kurdi."

Pasukan Demokratik Suriah pimpinan Kurdi (SDF) mengeluarkan pernyataan dan membantah segala keterlibatan dalam serangan di Afrin.

Kamis kemarin, serangan pasukan Suriah di wilayah Idlib yang dikuasai pemberontak menewaskan 12 orang. SOHR menyebut, serangan tersebut merupakan yang paling mematikan dalam gencatan senjata yang berusia 15 bulan.

Konflik di Suriah telah menewaskan hampir 500 ribu orang sejak dimulai pada 2011.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait