#UNILA#KPK#SUAP

Serahkan Rp325 Juta, Seorang Calon Mahasiswa Lulus Meski Nilainya Kecil

Serahkan Rp325 Juta, Seorang Calon Mahasiswa Lulus Meski Nilainya Kecil
Sejumlah saksi dihadirkan dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) – Salah satu saksi yang dihadirkan dalam persidangan kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Universitas Lampung (Unila), Fajar Pramukti mengungkapkan salah satu orang tua calon mahasiswa memberikan uang Rp325 juta agar anaknya lulus.

Dengan uang ratusan juta tersebut, sang calon mahasiswa itu lulus meski nilainya lebih kecil dari  calon mahasiswa lainnya yang tidak diterima.

Dalam persidangan, Fajar Pramukti yang merupakan pegawai honorer Unila tersebut mengungkapkan orang tua yang dimaksud bernama Feri Antonius. Dia menitipkan uang sebesar Rp325 juta untuk memasukkan anaknya bernama Mutiara Antonius di Fakultas Kedokteran, Unila.

Awalnya, Fajar Pramukti mendapatkan informasi dari Fauzan bahwa ada tetangganya yang ingin memasukkan anaknya di Fakultas Kedokteran (FK) Unila.

Kemudian ternyata orang itu adalah Feri Antonius alias Anton Kidal. Ia meminta agar anaknya bisa lulus FK di Unila jalur SBMPTN. "Saya menghubungi pak M Basri dan dia mengatakan tidak bisa masuk Unila kalau tidak ada isinya," kata Fajar Pramukti.

Kemudian Jaksa mengatakan kenapa Fajar memilih M Basri untuk meluluskan mahasiswa titipan. "Pak Basri pernah jadi tim kerja, karena dia pimpinan di Unila. Kalau dengan yang lain saya segan," kata dia.

Ia melanjutkan, sehari sebelum kelulusan masuk Mahasiswa Unila M Basri yang merupakan ketua Senat Unila pada waktu itu menghubungi Fajar Pramukti. "Itu sudah lulus titipan kamu," kata Fajar menirukan perkataan M Basri.

Mengetahui mahasiswa titipan itu lulus, ia langsung mengantar uang sebesar Rp325 juta  dari Anton Kidal ke M Basri.

M Basri kemudian meminta Fajar Pramukti untuk merahasiakan dari Karomani bahwa mahasiswa titipannya diluluskan. Sebab, mahasiswa titipan tersebut nilainya kecil.

"Jangan sampai rektor tahu kalau itu titipan M Basri karena ada nilai yang di atasnya tidak diterima," kata dia.

 

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait