#jalanrusak#diperbaiki

Sepuluh tahun Rusak Parah, Jalan Poros Mekarmulya Palas Diperbaiki

Sepuluh tahun Rusak Parah, Jalan Poros Mekarmulya Palas Diperbaiki
Setelah sepuluh tahun kerusakan  ruas jalan Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, akhirnya diperbaiki. Perbaikan ruas jalan milik kabupaten itu didanai dari APBD Lamsel 2022. (Foto: Lampost/Armansyah)


Kalianda (Lampost.co)--Setelah sepuluh tahun kerusakan  ruas jalan Desa Mekarmulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, akhirnya diperbaiki. Perbaikan ruas jalan milik kabupaten itu didanai dari APBD Lamsel 2022.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampos.co, ruas jalan penghubung Desa Palaspasemah dan Mekarmulya itu dikerjakan CV Jaya Kusuma dan menelan anggaran sebesar Rp517,7 juta.

Kepala Desa Mekarmulya, Nur Cahyanto mengatakan pihaknya bersyukur ruas jalan poros desa setempat diperbaiki tahun ini. Sebab, jalan tersebut alami kerusakan sekitar 10 tahun terakhir.

"Hampir setiap tahun kami usulkan ke Dinas PUPR Lamsel. Alhamdulillah, tahun ini terealisasi dan kini sudah mulus. Masyarakat sudah bisa menikmati jalan itu," kata dia, Minggu, 26 Juni 2022.

Dia mengatakan kerusakan terparah berada di Dusun Saktirasa, Budiwaras dan Karanganyar dengan panjang sekitar 324 meter. Dimana, kondisi jalan hanya bebatuan onderlaag.

"Sebenarnya jalan poros kami ini merupakan ruas alternatif menuju beberapa desa, seperti Desa Baliagung, Bumidaya, Bumirestu hingga Desa Pulaujaya," kata dia.

Hal senada diungkapkan, Derry (34) warga Dusun Budiwaras mengaku selama ini kerusakan jalan kerap menimbulkan kecelakaan bagi pengendara sepeda motor. Sebagian besar kecelakaan tepat berada di bebatuan onderlaag yang cukup besar.

"Sering ada yang jatoh dari motor. Mayoritas masyarakat jatoh karena tergelincir bebatuan yang besar. Mudah-mudahan dengan jalan mulus itu tidak ada lagi yang kecelakaan dan akses transportasi menjadi lancar," kata dia.

Sementara itu, Pengawas UPTD Dinas PUPR Kecamatan Palas, Dedi mengaku dirinya bersama pemerintah desa mengawasi langsung proses pengerjaan proyek jalan tersebut. Hal itu supaya hasil pengerjaan lebih maksimal.

"Saya enggak mau pihak rekanan asal jadi mengerjakan proyek jalan ini. Soalnya, diawal saja saya sudah menemukan material batu yang enggak sesuai. Maka dari itu saya bersama pihak desa bersama-sama mengawasi pengerjaannya supaya hasilnya bagus," kata dia.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait