#MADU#HUMANIORA

Seperti Ini Alur Lebah Menghasilkan Madu

Seperti Ini Alur Lebah Menghasilkan Madu
Foto: Ilustrasi lebah madu. Pixabay/PollyDot


Bogor (Lampost.co) -- Budi daya madu menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Terlebih di masa pandemi covid-19, madu dipercaya masyarakat sebagai salah satu asupan yang mampu memperkuat imunitas tubuh.

Mahasiswa Jurusan Peternakan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, Dinda Fatmawati menyebut peluang budi daya ini mestinya bisa dimanfaatkan banyak orang. Selain khasiatnya di bidang kesehatan, madu juga bisa dijadikan pendongkrak ekonomi warga terutama bagi mereka yang hidup di perdesaan.

"Yang diperlukan sebagai modal awal hanyalah mengetahui jenis-jenis lebah karena tidak semuanya cocok untuk budi daya madu," kata Dinda kepada Lampost.co, Sabtu, 19 Juni 2021.

Dia menjelaskan, ada jenis yang disebut Apis Dorsata atau lebah madu raksasa. Lebah ini masih belum bisa dibudidayakan karena sifatnya yang ganas dan liar. Ukuran tubuh jenis ini lebih besar ketimbang jenis lainnya.

"Ada juga jenis Apis Mellifera. Nah, lebah ini favorit bagi para peternak karena tingkat produksi madunya cukup tinggi," kata dia.

Berikutnya ada jenis Apis Florea. Menurut dia, jenis ini merupakan lebah liar yang tidak bisa dibudi-dayakan. Lalu ada juga Apis Cerana, yaitu jenis lebah penghasil madu yang bisa dibudi-dayakan dengan cara tradisional.

"Apis Cerana menghasilkan madu dengan kualitas yang lebih bagus dari jenis lebah lainnya," terang Dinda.

Dinda menjelaskan, dalam membudi-dayakan madu para petani harus memperhatikan lokasi yang strategis dengan suku ideal sekitar 26 derajat celcius. Yang perlu dicatat, lebah juga lebih menyukai tempat terbuka.

"Kehidupan koloni di lereng pegunungan atau daratan tinggi yang bersuhu normal disukai lebah. Meskipun strategis, lebah juga lebih nyaman hidup di tempat yang jauh atau minim dari keramaian," kata dia.

Yang tak kalah penting, persediaan tanaman liar juga turut jadi pertimbangan. Sebab habitat lingkungan berupa bunga dan tanaman lainnya menjadi penopang utama mereka dalam memproduksi madu.

"Para peternak tinggal membuat rumah lebah madu yang sederhana. Setelah perkembangan lebah makin banyak dan muncul lebah ratu yang baru, barulah bisa menyiapkan rumah dengan bentuk yang lebih baik," saran dia.

"Peternak punya pekerjaan rumah menyiapkan tempat yang bisa menarik lebah ratu yang baru datang dan tinggal di dalamnya dengan nyaman," tambah Dinda.

Jika sudah seperti itu, kata dia, telur yang dihasilkan lebah ratu akan menetas menjadi serangga yang tidak mempunyai kaki. Setelah tiga hari, serangga-serangga itu akan tinggal di dalam sel-sel sarang lebah madu.

"Selama dua hari serangga lebah akan memperoleh makanan berupa tepung sari dan royal jelly. Enam hari kemudian sel sarang lebah ditutup oleh lebah pekerja agar mengalami proses pengeraman yang berlangsung selama 12 hari," kata dia.

Setelah itu, para lebah pekerja muda akan mulai menggerogoti sarang dan keluar untuk mencari makanan dan kembali untuk memproduksi madu.

"Jangan lupa amankan ratu di tempat bingkai yang baru untuk budidaya lanjutan setelah panen," kata Dinda.

 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait