#narkoba#ganja#sabu

Pasangan Residivis Narkoba Gagal Nikah karena Tertangkap

Pasangan Residivis Narkoba Gagal Nikah karena Tertangkap
Sepasang kekasih ditangkap polisi karena menyalahgunakan narkoba. Dok Polsek Pringsewu


Pringsewu (Lampost.co) -- Sepasang kekasih yang juga residivis kasus narkoba ditangkap jajaran Polres Pringsewu. Keduanya terpaksa membatalkan pernikahan yang telah direncanakan dalam waktu dekat, karena kembali terjerat kasus sabu.

Sepasang kekasih yang diamankan yakni RG (30), dan MS atau Fenti (24). Keduanya diamankan di kamar indekos wilayah Pringsewu Selatan pada Rabu, 25 Agustus 2021, sekitar pukul 18.30 WIB.

Kasat Narkoba Iptu Khairul Yassin Ariga menjelaskan, pengungkapan kasus narkoba tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat yang resah dengan penyalahgunaan narkotika yang dilakukan keduanya di dalam rumah indekos di wilayah Kelurahan Pringsewu Selatan.

"Dalam penggrebekan tersebut keduanya berhasil kami amankan dengan sejumlah barang bukti," ujarnya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Sabtu, 28 Agustus 2021.

Kasat menjelaskan petugas mengamankan barang bukti satu bungkus plastik klip berisi 0,11 gram sabu, satu buah pipa kaca Pirek bekas pakai, dan 12 bungkus plastik klip bekas pakai. Berdasarkan hasil tes urine keduanya positif mengandung zat Metaphentamine, jenis sabu.

Tersangka RG sebelumnya pernah tertangkap karena menjadi bandar narkoba pada 2016 dan divonis penjara selama 4,2 tahun. Ia baru keluar dari lembaga pemasyarakatan pada Januari 2021. Sedangkan MS juga tertangkap dalam kasus penyalahgunaan narkotika dan sudah keluar LP sejak 2018.

"Dari hasil pengakuan RG kebali mengkonsumsi narkoba karena faktor pergaulan sedangkan MS mengaku pakai narkoba hanya untuk doping agar semanga saat bekerja," ungkap Iptu Khairul Yasin.

Kasat narkoba menyatakan sepasang kekasih itu berencana akan menikah dalam waktu dekat, tetapi karena tersangkut masalah hukum bisa saja rencananya berubah. Dalam proses penyidikan RG dijerat dengan pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sedangkan MS dikenai pasal 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait