#penikaman

Seorang Gadis Tikam Korban karena Salah Paham

( kata)
Seorang Gadis Tikam Korban karena Salah Paham
Seorang gadis menjadi tersangka penganiayaan diamankan petugas Polres Lampung Utara, Rabu, 3 Juni 2020. Dok Polres Lampura

Kotabumi (Lampost.co) -- Anggota Polres Lampung Utara mengamankan Adelia alias Gadel (20), warga Kelurahan, Kelapatujuh, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, karena kasus penganiayaan di rumahnya, Rabu, 3 Juni 2020, pukul 10.00. Aksi nekat tersangka dilakukan karena tak terima korban ikut campur masalah pribadinya yang berselisih paham dengan salah seorang temannya. 

Kasubag Humas Polres Lampung Utara AKP Zulkarnain mewakili Kapolres AKBP Bambang Yudho Martono membenarkan pihaknya mengamankan sesorang gadis karena diduga menganiaya M Fikri (21), warga Desa Candimas, Abung Selatan, Lampung Utara, pada Jumat, 22 Mei 2020. Kejadian terjadi di daerah Mekarsari, Kelurahan Sribasuki.

"Berdasarkan laporan korban tersangka diamankan Unit PPA Satreskrim Polres Lampung Utara dan saat ini tersangka tengah menjalani pemeriksaan petugas," ujarnya, Rabu, 3 Juni 2020.

Dari hasil pemeriksaan sementara tersangka mengakui perbuatannya. Aksi tersebut dilakukan karena alasan tak terima karena korban ikut campur masalah pribadinya yang sedang selisih paham dengan seorang temannya.

"Saya melakukan itu karena alasan khilaf," kata Kasubag menirukan penuturan tersangka.

Sementara itu, kronologis peristwa tersebut awalnya korban datang ke rumah temannya, Intan. Kedatangannya bertujuan membantu menengahi masalah temannya dengan tersangka. Namun, tersangka (terlapor) salah paham hingga akhirnya keduanya bertengkar mulut.

Pada saat keduanya bertengkar, tanpa disangka tersangka yang membawa senjata tajam langsung menghunjamkan ke arah tubuh korban.

"Pada waktu itu, korban tidak dapat berkelit hingga menderita luka di pelipis kiri sehingga mendapat tujuh jahitan dan luka memar di kepala," ujarnya.

Atas kejadian tersebut korban melapor ke Polres Lampung Utara dan atas dasar laporan itu tersangka diamankan guna proses lebih lanjut.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar