#pencurian

Seorang Bidan di Bandar Lampung Diduga Curi Data Pasien

Seorang Bidan di Bandar Lampung Diduga Curi Data Pasien
Pemalsuan dokumen. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seorang bidan di Bandar Lampung berinisial TTH diduga memalsukan data persalinan puluhan pasien untuk mendapatkan klaim BPJS kesehatan. 

Berdasarkan penelusuran Lampung Post, TTH tidak hanya memalsukan data pasien yang pernah kontrol di klinik bersalin miliknya saja. Namun, data pasien dari klinik lainnya juga ikut dipalsukan. 

Dari data sementara yang diterima Lampung Post, setidaknya ada 33 pasien yang menjadi korban pemalsuan data tersebut. Salah satunya Tukirah, warga kampung Batu Mulyo, kelurahan Batu Putu, Bandar Lampung. 

Tukirah mengaku dihubungi salah satu pegawai Puskesmas Bakung yang bekerja sebagai tenaga honorer BPJS Kesehatan beberapa hari lalu. Ia diminta memberikan keterangan ihwal persalinannya di klinik bersalin milik TTH pada Mei 2022 silam. 

"Ya saya nggak tahu harus jawab apa karena saya melahirkannya di Bidan Masayu bukan di klinik Bidan T. Orangnya saja yang mana saya tidak pernah tahu," kata Tukirah, Selasa, 22 November 2022.

Dia mengatakan, pihak Puskesmas Bakung menghubunginya untuk memverifikasi data sebagai syarat klaim biaya bersalin ke BPJS Kesehatan melalui Bidan TTH. Namun, Ia menolak memberikannya. 

"Tapi anehnya mereka punya data lengkap saya seperti KK, KTP, sampai nomor kartu BPJS Kesehatan. Tanggal 6 September 2022 saya melahirkan anak ketiga di Bidan Masayu, gimana bisa saya juga melahirkan Mei 2022 di Bidan T. Anak ke-dua juga di Masayu, tapi data BPJS klaimnya dari Bidan T," ujarnya. 

Korban lainnya, Aniah, warga Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, mengatakan nama dan dokumen persalinannya dipakai oknum Bidan TTH untuk klaim biaya melahirkan di BPJS Kesehatan. 

"Nggak tahu sebelumnya kalau data saya dicatut atau dicuri untuk pencairan dana di BPJS. Saya tahu karena ada yang konfirmasi menanyakan apakah tanggal 12 Januari 2022 saya melahirkan anak ke-empat di Bidan T. Saya jawab tidak, anak saya baru tiga," katanya. 

Aniah mengatakan anak ketiganya lahir pada September 2018 silam dan belum hamil lagi hingga saat ini. Proses melahirkan empat tahun silam itu dilakukan Bidan Masayu, bukan Bidan TTH. 

"Saya juga kaget, kenapa bisa seperti itu data saya dari KTP sampai nomor BPJS bisa diketahui dan diklaim melakukan persalinan anak ke empat di Bidan Tp. Kalaupun data itu ada, bisa dipastikan palsu," ujar dia. 

Lampung Post mencoba mendatangi klinik Bidan Masayu Thesi Defalia membuka praktik di Jalan Saleh Raja Kusuma Yudha, Gang Damai, Telukbetung Barat, Bandar Lampung. 

Bidan Masayu mengatakan kedua nama itu (Tukirah dan Aniah) pasien yang pernah melakukan persalinan di kliniknya. Ia juga terkejut saat tahu keduanya diklaim menjadi pasien di klinik lain. 

"Saya juga baru tahu beberapa hari lalu kasus ini. Pasien Tukirah itu lahiran di klinik 6 September 2022 menggunakan BPJS Kesehatan. Sebulan kemudian kami ajukan klaim tapi ditolak BPJS," katanya. 

Masayu mengatakan setelah melakukan pengecekan langsung ke kantor BPJS Kesehatan, pasien atas nama Tukirah terverifikasi sistem PCare (Primary Care) melakukan persalinan pada Mei 2022 lalu. 

"Berdasarkan data yang melakukan klaim dari Bidan TTH. Saya nggak tahu bagaimana bisa terverifikasi di PCare karena untuk mengajukan klaim harus ada syarat lengkap seperti KK, KTP, Kartu BPJS, hingga buku pink atau catatan semasa kehamilan hingga melahirkan," ujarnya.

Namun, permasalahan klaim BPJS Kesehatan pasien Tukirah diselesaikan secara pribadi Bidan TTH. Ia bersedia membayar ganti rugi Rp700 ribu. 

"Kalau nominalnya Rp700 ribu karena memang untuk setiap pasien bersalin menggunakan BPJS, biayanya akan ditanggung sebesar itu," ujar Masayu. 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait