#pencurian#kriminal#beritalampung

Seorang Anggota Polresta Perampas Mobil Mahasiswa Diancam 12 Tahun Penjara

Seorang Anggota Polresta Perampas Mobil Mahasiswa Diancam 12 Tahun Penjara
Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno saat di Universitas Malahayati, Rabu, 20 Oktober 2021. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno menegaskan tidak akan tebang pilih dalam penanganan kasus yang dilakukan jajarannya. Sanksi pemecatan dan pidana akan diberikan kepada Bripka IS.

Anggota polisi yang bertugas di Satuan Sabhara Polresta Bandar Lampung itu bersama rekannya inisial ARD yang merupakan ASN Pemprov menjadi otak perampasan mobil milik seorang mahasiswa Guritno Tri Widianto (19) dan rekannya Faisal Ardianto. Keduanya juga menyekap korban di dalam mobil dan membuang korban di daerah Dusun IV Bekri, Serapit, Lampung Tengah, pada Sabtu malam, 9 Oktober 2021.

"Pasti saya pidana dan pecat, ancaman pidana maksimal 12 tahun. Saat ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan," kata Hendro, di Universitas Malahayati, Rabu, 20 Oktober 2021.

Dia juga menegaskan untuk pelaku lain yang masih dalam pengejaran diharapkan menyerahkan diri. Sebab, anggotanya tidak segan-segan memberikan tindakan tegas dan terukur terhadap para pelaku.

"Melawan petugas ya dilumpuhkan. Walaupun anggota polisi, jika bersalah dan melawan petugas saat diamankan tetap beri tindakan tegas," katanya.

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan agar tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan anggota polisi. "Selama kepemimpinan saya, ada 15 anggota saya pecat (PTDH), karena terlibat tindak pidana maupun penyalahgunaan narkotika," kata Hendro.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait