#viruscorona#covid-19#beritalampung

Senin Depan RSP Unila Siap Untuk Isolasi Pasien Covid-19

Senin Depan RSP Unila Siap Untuk Isolasi Pasien Covid-19
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co): Saat ini Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tengah mempersiapkan gedung RSP Unila, untuk digunakan sebagai tempat isolasi bagi pasien covid-19 untuk pemulihan dan dioperasikan mulai 23 November 2020.

Dikatakan oleh Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, dalam upaya untuk menangani persoalan kasus covid-19, kebutuhan akan ruangan isolasi bagi pasien diutamakan.

"Ya kita isolasi mandiri lebih kita dahulukan karena di rumah sakit sudah banyak yang penuh, jalan keluarnya kita pakai gedung RSP Unila, Di RSP Unila bisa menampung ratusan pasien,  bagi yang tidak ingin pulang takut menularkan ke keluarga kita taruh disitu," ujar Wali Kota Herman HN, Rabu 18 November 2020.

Pihaknya berharap bahwa dengan adanya RSP Unila sebagai tempat pemulihan bagi pasien covid-19 yang tidak memiliki gejala, dapat diikuti oleh seluruh pasien guna penjaminan kesehatan kepada warga dari Pemkot.

"Tentu pelanggar isolasi mandiri akan kita beri sanksi kalau berkeliaran, itu harus ada dirumah terisolasi dari keluarga yang tidak kena covid tidak boleh berdekatan, karena covid ini mudah menular, saya sudah bilang ke Diinas Kesehatan semua yang kena covid setiap hari harus di pantau, melalui petugas puskesmas," kata Herman HN.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Edwin Rusli menerangkan terkait persiapan gedung RSP Unila dijadikan sebagai sarana tempat pemulihan bagi pasien covid itu telah hampir selesai.

"Saat ini lagi buat kamar mandi untuk petugas kesehatan, setelah itu bisa kita masukan alat dan dapat diresmikan, sarana pendukungnya yaitu tempt tidur, bilik kabinet, lemari obat, ventilator tidak, itu tempat pemulihan kalau yang perlu tindakan dokter tidak disitu tapi di Rumah Sakit," jelas Edwin Rusli.

Untuk saat ini, Dinas Kesehatan bersama Satgas telah menyiapkan 17 tempat tidur dengan beberapa fasilitas pendukung yaitu CCTV, 20 tenaga dokter umum serta 40 tenaga perawat yang akan secara bergantian mengawasi pasien diruangan.

"Kapasitas 17 tempat tidur, kalaupun perlu nambah kita siap karena luas jadi tinggal nambah tempat tidur saja, saat ini satu lantai di salah satu gedung yang di pakai, itu kapasitas bisa sampai 100 orang dalam satu gedung, di pastikan senin depan sudah bisa beroperasi, CCTV sudah ada setiap ruangan, petugas tenaga dokter 20, perawat 40, karena yang jaga 2 dokter umum 4 perawat," pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait