#seniman#beritalambar#pamerankaryaseni#gsms

Seniman Lambar akan Gelar Pameran Karya GSMS

Seniman Lambar akan Gelar Pameran Karya GSMS
Tim guru seniman GSMS di Lambar sedang mendampingi peserta binaanya. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co): Para seniman Lampung Barat akan menggelar pameran dan pementasan hasil akhir karya dari 20 sekolah peserta Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) di wilayah Lampung Barat.

Pameran dan pementasan akhir 20 sekolah peserta GSMS itu akan diselenggarakan Senin, 30 November mendatang di GOR Ajisaka Sekuting Terpadu, Liwa.

Eka Fendiaspara selaku salah satu dari 18 peserta seniman itu mengatakan pementasan dan pameran akhir karya peserta GSMS itu rencananya akan dihadiri langsung oleh Bupati Parosil Mabsus.

"Kami akan menampilkan berbagai pertunjukan dan pameran karya siswa-siswi SD dan SMP di Lampung Barat," ujarnya, Kamis, 26 November 2020.

Kegiatan itu dilaksanakan setelah seluruh seniman memberikan pembinaan selama 10 kali pertemuan di sekolah peserta GSMS. Ia mengaku, selaku seniman fotografi, ia ditempatkan di SD Negeri 1 Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit.

Di SD tersebut, ia dipercaya untuk mengasuh dan mengajarkan serta mempraktekkan tentang teknik pengambilan objek foto kepada 24 siswa. 

Hasil pengambilan foto yang dilakukan para siswa binaanya itu nantinya akan dipamerkan pada kegiatan yang bertajuk "Di sekitar kita, potret sekitar kita dalam prasasti modern," katanya. 

Eka Fendi yang juga Ketua Genpi Lampung Barat ini mengajak peserta GSMS untuk menggali aktivitas, keindahan alam, dan kegiatan sosial di lingkungan sekitar. 

Ia menjelaskan, kegiatan yang akan dilaksanakan itu tetap mengikuti protokol kesehatan. Dimana kegiatan itu akan dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok pagi dan kelompok siang. Tujuannya adalah untuk menghindari kerumunan.

Sementara itu, Ahmadi, salah satu pegiat literasi, diberi tugas untuk membagikan teknis menulisnya kepada 25 siswa di SD Negeri 2 Kembahang, Kecamatan Batu Brak. Masing-masing seniman itu memberikan pembinaan kepada siswanya sebanyak 10 kali pertemuan.

"Kegiatan 10 kali pertemuan untuk ilmu menulis itu menghasilkan tiga bab karya siswa yaitu keseharian, cita-cita, dan khayalan. Seluruh karya 25 peserta kelas menulis dirangkum dan diterbitkan ke dalam sebuah buku dengan judul 'Sekumpul Cerita untuk Pakcik'," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait