Ringgungsengketa

Sengketa Pantai Sari Ringgung Terus Berlanjut

Sengketa Pantai Sari Ringgung Terus Berlanjut
Sidang lapangan terkait sengketa lahan Pantai Sari Ringgung, Senin, 11 Januari 2021. Lampost.co/Putra Pancasila Sakti


Pesawaran (Lampost.co) -- Pengadilan Negeri (PN) Gedongtataan menggelar sidang lapangan, terkait sengketa lahan kepemilikan kawasan Pantai Sari Ringgung, Kecamatan Telukpandan.

Kuasa hukum Anton Firmansyah, selaku tergugat, Prabu Bungaran, mengatakan pihaknya tidak merasa pernah menutup akses pintu masuk kawasan pantai.

"Lahan seluas 20 hektare itu milik kami, dan itu dibuktikan dengan SHM (sertifikat hak milik) yang kami kantongi. Sedangkan untuk penutupan akses masuk sepanjang sekitar 700 meter itu masih tercatat sertifikat hak milik atas tanah. Jadi nggak ada penutupan sepihak," ujarnya seusai sidang lapangan. Senin, 11 Januari 2021.

Juru bicara pengacara PT Sari Ringgung, Ahmad Krisdevi, mengatakan sidang lapangan tersebut dengan agenda pemeriksaan terkait keterangan yang sebelumnya diberikan kedua belah pihak pada persidangan.

"Prinsipnya hanya meninjau lokasi obyek sengketa yang sebelumnya melewati serangkaian agenda persidangan di PN Gedongtataan," katanya.

Dia mengatakan, pihaknya tetap meyakini kepemilikan lahan tersebut bisa dibuktikan dengan hak sertifikat kepemilikan atas tanah kawasan pantai tersebut.

"Seperti keterangan kami dalam sidang, kami meyakini hak milik atas tanah di kawasan itu memang kami kantongi dan kami hibahkan jalan akses masuk untuk kepentingan umum," ujar dia.

Diketahui, kedua belah pihak mengklaim memiliki sertifikat hak milik. Dengan demikian, keduanya pun sepakat menyerahkan perkara perdata tersebut kepada penegak hukum dan pengadilan.

Sidang sengketa tersebut digelar lima kali, dan selanjutnya PN Gedongtataan menjadwalkan sidang lanjutan pada 27 Januari 2021 dengan agenda keterangan saksi dari penggugat.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait