#beritalampung#beritalamtim#sengketatanah

Sengketa 20 Tahun Lebih, Ahli Waris Poerba Ratoe Pasang Klaim Pemilik Tanah di Desa Sumbermarga

Sengketa 20 Tahun Lebih, Ahli Waris Poerba Ratoe Pasang Klaim Pemilik Tanah di Desa Sumbermarga
Sengketa tanah milik ahli waris Poerba Ratoe, Lampung Timur. Dok


Sukadana (Lampost.co): Sejumlah ahli waris kepemilikan atas tanah Poerba Ratoe, Kecamatan Labuhanratu, Lampung Timur memasang plang kepemilikan atas tanah di Desa Sumbermarga, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur Minggu, 11 September 2022. Ahli waris menilai pemerintah setempat terkesan lamban menyelesaikan sengketa lahan yang telah berlangsung selama dua puluh tahun lebih.

Arief Sofyan, ahli waris Poerba Ratoe mengatakan pihak ahli waris menilai pemerintah lamban menyelesaikan sengketa seribu hektare lebih lahan permukiman dan pertanian di Desa Sumbermarga, Kecamatan Way Jepara yang selama 20 tahun lebih dikuasai warga setempat atau warga luar desa.

Untuk menuntaskan sengketa tersebut, Pemkab setempat pernah memanggil sejumlah ahli waris maupun pamong desa setempat. Pada pertemuan yang dipimpin Wakil Bupati Azwar Hadi sekaligus Ketua Tim Penyelesaian Sengketa Tanah Lampung Timur belum membuahkan hasil. Pasalnya, pihak ahli waris, pamong desa maupun warga luar desa yang mengaku memiliki lahan belum pernah dipertemukan.

Baca juga: Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem dengan Galang Kolaborasi Semua Pihak

"Pemkab Lampung Timur baru memanggil masing-masing pihak. Dan belum pernah dipertemukan sekaligus untuk bermusyawarah," kata Arief Sofyan, Minggu, 11 September 2022.

Karena tak kunjung jelas, kata dia, sejumlah ahli waris lalu memasang tulisan plang dalam bentuk spanduk di sejumlah lahan yang diserobot warga. Dari pemasangan plang tersebut, ahli waris dengan tegas minta warga atau penggarap segera mengosongkan lahan tersebut.

"Karena ini lahan milik kami selaku ahli waris, kami minta warga atau yang mengaku sebagai pemilik segera mengosongkan lahan," kata dia.

Menurut Arief Sofyan, pihaknya hingga kini akan terus memperjuangkan lahan seribu hektare lebih itu sebagai peninggalan nenek moyangnya. Apalagi pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) secara tertulis dengan tegas menyatakan jika ribuan hektare lahan tersebut adalah milik Poerba Ratoe. Selain itu ahli waris juga memiliki dokumen yang sah terkait lahan tersebut.

"Kami punya dokumen yang sah termasuk keputusan BPN. Oleh sebab itu sampai kapan pun kami ahli waris akan tetap mengambil hak kami. Apalagi ini sudah berlangsung 24 tahun," kata dia.

"Kami tak menghendaki adanya pertumpahan darah. Kami mohon betul Pemkab secepatnya mempertemukan kami selaku ahli waris dengan warga yang mengaku-ngaku sebagai pemilik. Sehingga tak terjadi benturan fisik," sambungnya.

Hal senada dikatakan Rizani, ahli waris keturunan ketiga Poerba Ratoe. Dia meminta Pemkab Lamtim segera menuntaskan sengketa lahan tersebut. Apalagi hal ini telah terjadi selama bertahun-tahun. "Kami tak bermaksud mengusir mereka. Masih banyak jalan untuk bermusyawarah. Tapi jika hal ini tak segera ditangani atau diselesaikan, maka akan terjadi hal yang tak kita inginkan," kata Rizani.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar