#BERITALAMPUNG#BENCANAALAM

Semua Pihak Diminta Perhatikan Lingkungan

Semua Pihak Diminta Perhatikan Lingkungan
Potret salah satu bukit gundul yang ada di Kota Bandar Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemangku kepentingan dan semua pihak diminta untuk lebih perhatian terhadap lingkungan dan kelestarian alam di Provinsi Lampung. Sebab ruang terbuka hijau dan daerah resapan air dinilai masih memprihatinkan. Tidak jarang karena rusaknya alam, banyak bencana yang datang seperti hujan kebanjiran dan panas kekeringan serta bencana alam lainnya.

Perubahan peruntukan lahan ruang terbuka hijau lebih dominan beralih fungsi menjadi lahan pemukiman dan perumahan baik yang dilakukan oleh individu maupun pengembangan perumahan. Kemudian bukit-bukit sebagai daerah resapan airpun sudah mulai gundul tanpa dilakukan penghijauan kembali.


Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Provinsi Lampung, Irfan Tri Musri menyampaikan bahwa penataan ruang terbuka hijau di Indonesia diatur dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang mengharuskan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) minimal 30% dari luas wilayah suatu daerah, dimana 20% merupakan ruang publik dan sebesar 10% ruang privat.  


Ia mencontohkan di Kota Bandar Lampung, dari hasil analisis yang dilakukan WALHI Lampung, didapati bahwa sampai saat ini total luas ruang terbuka Hijau di Kota Bandar Lampung yang ada dalam Perda RTRW Kota Bandar Lampung Nomor 10 Tahun 2011 hanya  1.506,17 hektare atau setara 8,05% dari total luas Bandar Lampung. Keadaan tersebut belum dikurangi akibat perubahan alih fungsi lahan ruang terbuka hijau. 

"Jika kami kurangi dengan total luas alih fungsi lahan maka saat ini ruang terbuka hijau Kota Bandar Lampung hanya tersisa 1.403,74 hektare atau hanya 7,50% dari total luas Kota Bandar Lampung," katanya, Senin, 1 Maret 2021.

Ia mengatakan saat ini kondisi ruang terbuka hijau di kota Bandar Lampung secara keseluruhan ternyata masih jauh dibawah angka minimal seperti yang diterapkan di dalam peraturan perundang-undangan yaitu minimal 20%. Jumlah ruang terbuka hijau di Kota Bandar Lampung saat ini hanya seluas 1.403,74 hektare atau setara hanya 7.50% dari total luas Kota Bandar Lampung. Hal ini merupakan angka yang cukup memperihatinkan dan berpotensi berdampak.

"Peraturan perundang-undangan yang mengamanatkan adanya 20% Ruang terbuka Hijau (RTH) Publik untuk kawasan perkotaan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Syahrudin Putra mengatakan bahwa pihaknya melakukan evaluasi dan terus melakukan imbauan kepada seluruh pihak untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengatakan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi telah membuat surat bernomor: 660/0331/V.10/2021 tentang evaluasi pembangunan perumahan.


Ia juga telah bertemu Asosiasi Pengusaha Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Lampung untuk menaati aturan ketika membangun perumahan. Ia berharap stakeholder tersebut berkomitmen untuk melakukan pembangunan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan alam.


"Pak Gubernur juga melakukan monitoring. Jangan sampai ada bencana alam, semua kerusakan itu kan dibuat karena ulah manusia. Intinya patuhi aturan yang ada. Citraland contohnya kena longsor, kemudian di Sumberejo Kemiling bukit-bukit dikeruk dan lainnya. Ini kan early warning system menjadi peringatan untuk berhati-hati," katanya. 


 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait