#pemkablampura#lampungutara

Sempat Terkendala Jaringan, Pelayanan Adminduk Lampura Kembali Normal

Sempat Terkendala Jaringan, Pelayanan Adminduk Lampura Kembali Normal
Suasana pelayanan Adminduk di Disdukcapil Lampura kembali normal, Selasa, 30 Agustus 2022. (Foto: Lampost.co/Fajar Nofitra)


Kotabumi (Lampost.co) -- Pelayanan kependudukan di Lampung Utara (Lampura) kembali normal setelah sempat terhenti karena masalah jaringan. Warga yang melakukan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) di dinas kependudukan dan catatan sipil dapat dilakukan, Selasa, 30 Agustus 2022. 

"Alhamdulillah, pelayanan warga yang membutuhkan administrasi kependudukan mulai kami layani hari ini," kata Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lampura, Perdana, di ruang kerja. 

Menurutnya, masih ada satu pelayanan yang belum dapat dilaksanakan yaitu perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP-El). Namun, hal itu masih dapat dilaksanakan di beberapa kecamatan yang memiliki alat atau perangkat di bawah. 

"Ya, beberapa kecamatan masih ada yang bisa melaksanakan, mudah - mudahan ini dapat terus stabil. Hingga tak mengganggu pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Di sisi lain, warga setempat, Ani, mengatakan, saat ini mereka telah melaksanakan adminduk. Seperti pencetakan KTP-el, kartu keluarga (KK), dan lainnya. 

"Alhamdulillah kami telah dapat menerima pelayanan di sini (Disdukcapil, red) seperti mencetak KTP, KK, dan lainnya. Setelah sehari sebelumnya sempat terhenti," kata Ani.

Baca juga: Warga Lampura Keluhkan Pelayanan Adminduk Terhenti Tanpa Pemberitahuan

Diberitakan sebelumnya, warga Lampung Utara mengeluhkan tidak dapat melaksanakan pelayanan  administrasi kependudukan (Adminduk), Senin, 29 Agustus 2022. Pasalnya, warga yang melaksanakan pelayanan di dinas kependudukan dan catatan sipil terkendala akibat server rusak.

"Mereka kan, ada medsos kenapa tidak diberi tahu. Kalau begini kan warga yang merasakan, apalagi kami berasal dari jauh," ujar warga asal Abungtinggi yang mengurus pelayanan, Agus.

Menurutnya, selain waktu, uang pun juga ikut habis di sana. Sebab, mereka harus mengeluarkan ongkos bus dan angkot, juga makan - minum.

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait