#korupsi#hukum#beritalampung

Mustafa Disebut Memberi Pelicin untuk DPRD agar Pinjaman ke PT SMI Lancar

Mustafa Disebut Memberi Pelicin untuk DPRD agar Pinjaman ke PT SMI Lancar
Korupsi. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) – Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa disebut memberikan uang `pelicin` kepada sejumlah anggota DPRD Lamteng agar niat Pemkab Lamteng meminjam uang kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp300 miliar lancar. Sebab, rencana itu sempat macet di tangan anggota Dewan. 

Fakta itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus suap proyek di Pemkab Lamteng yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 8 April 2021. Jaksa KPK menghadirkan dua dari lima saksi yang dipanggil. Kedua saksi itu adalah Ketua Fraksi PKS DPRD Lamteng, Muhammad Gofur dan Berkah Mofaje Caropeboka selaku rekanan.

Di hadapan majelis hakim, saksi M. Gofur, mengatakan usulan pinjaman dari Pemkab ke DPRD diajukan sebesar Rp300 miliar ke PT SMI sejak 2017. Namun, saat itu sejumlah anggota DPRD sempat menolaknya.

“Posisinya saat itu Fraksi PKS menerima rencana tersebut, sedangkan banyak partai lain yang menolak. Sehingga sidang paripurna sempat ditunda," kata Gofur.

Usulan pinjaman ke PT SMI itu kembali muncul pada saat pembahasan APBD 2018. Saksi mengaku tidak mengetahui jika telah berhasil masuk dalam rancangan APBD. Hingga akhirnya diketahui ada pemberian sejumlah uang dari terdakwa Mustafa. "Untuk PKS dananya diberikan melalui Raden Sugiri sebagai pimpinan dewan," katanya.

Dia mengaku, total aliran dana tersebut sebesar Rp232 juta yang dimasukan ke dalam kantong plastik warna hitam. Rinciannya, masing-masing anggota mendapatkan Rp20 juta, anggota Badan Anggaran Rp25 juta, dan anggota Badan Musyawarah Rp23 juta.

Selain itu, saksi juga menyerahkan uang Rp750 juta sebagai ijon proyek. Hal itu berdasarkan permintaan yang disampaikan mantan Kadis PUPR Lamteng, Taufik Rahman.

"Anggota dewan mendapatkan jatah proyek setelah bertemu Mustafa di rumah dinas Bupati. Saat itu kalau ingin proyek bisa koordinasi dengan Taufik Rahman," kata dia.

Uang  ijon proyek itu diserahkannya melalui Andre Kadarisman secara dua tahap, yaitu Rp600 juta dan Rp150 juta.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait