#wisata#pariwisata

Sempat Dikunjungi Menteri, Wisata Pancuran Emas Sepi Pengunjung

Sempat Dikunjungi Menteri, Wisata Pancuran Emas Sepi Pengunjung
Taman Wisata Pancuran Emas. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Taman Wisata Pancuran Emas turut terdampak pandemi covid-19. Sebab, di masa saat ini destinasi pariwisata yang berada di Duwun Purwodadi 2, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, itu kini sepi pengunjung. 

Padahal, lokasi dibuka sejak 2018 tersebut menjadi tempat yang cukup menarik untuk bersantai, berekreasi bersama keluarga, dan memancing. Bahkan, tempat itu juga sempat dikunjungi mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin. 

"Wisata ini sempat didatangi Menpan RB, Syafruddin. Dia datang dalam rangka pemberian bantuan. Kapolda dan Kapolres juga pernah kesini. Kalau istrinya pak Syafruddin sering kesini, tapi kalau pemerintah terkait belum ada satu pun," kata Odih (62), pengelola Wisata Alam Pancuran Emas, ditemui di lokasi, Senin, 22 Februari 2021.

Dia mengatakan wisata tersebut sempat ramai sebelum pandemi. Namun, saat ini kondisinya mulai lesu, sehingga terpaksa harus memberhentikan karyawannya.

"Mau bagaimana, kalau mereka tetap kerja saya tidak sanggup menggaji. Jadi terpaksa saya rumahkan dulu untuk sementara waktu ini," kata Odih.

Menurutnya, wisata yang dibangun dengan menghabiskan dana sekitar Rp2,3 miliar ini cukup menarik dijadikan tempat bersantai dan bermain keluarga, serta memancing. Dengan berbagai wahana yang bisa dinikmati pengunjung, seperti kolam renang dan berbagai spot berfoto. 

Untuk masuk, pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp10 ribu dan Rp5.000 bagi anak-anak dan Rp10 ribu untuk dewasa yang ingin berenang. "Tapi saat ini kami bingung untuk mengembangkannya karena dana habis saat pandemi," ujarnya. 

Dengan lesunya pariwisata di masa pandemi saat ini, dia sangat berharap ada perhatian dari pemerintah, mengingat wisata tersebut cukup membantu masyarakat sekitar dan menjadi kebanggaan desa.

"Tenaga kerjanya semuanya dari desa, sehingga mengurangi pengangguran. Kalau tidak ada perhatian dari pemerintah, wisata desa ini akan mati. Bantuan dari pemerintah bukan hanya materi, melainkan bisa dalam bentuk promosi," kata dia.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait