#Airpanas

Semburan Air Panas di Cisarwa Natar Ramai Dikunjungi Warga

Semburan Air Panas di Cisarwa Natar Ramai Dikunjungi Warga
Meski di bulan Ramadan pengunjung air panas di Dusun Cisarwa, Desa Muara Putih, tetap Ramai. Febi Herumanika.


Kalianda (Lampost.co) -- Kemunculan air panas di Dusun Cisarwa, Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, sejak 2012 silam mulai ramai dikunjungi masyarakat. Meski belum seutuhnya dibenahi oleh pemilik dari lahan air panas tersebut. 

Muhammad Suntama (58), penjaga air panas mengatakan sekitar 2012 masyarakat pemilik dari lahan air panas melakukan pengeboran untuk mencari mata air guna menyirami sayur-sayuran di lahan miliknya yang memang pada saat itu musim kemarau. 

"Posisi air panas ini kan di tengah sawah dan perkebunan, dulu pak Amrin pemilik lahan ini nanam sayuran di sini. Karena kemarau dia mengebor untuk mencari air. Awal-awal ngebor air biasa yang keluar,  tetapi kurang lebih satu minggu air yang ke atas (nyembur) air panas," kata Suntama. 

Menurut dia, Sejak ditemukannya air panas masyarakat dari luar Kecamatan Natar ramai berkunjung ke lokasi ini, selain pemandangannya yang indah udara segar pun masih sangat terasa. "Pemandangannya sawah luas, udaranya masih sejuk, pas kalau untuk bersantai keluarga," ujar Suntama. 

Sejak ditemukannya air panas pemilik dari lahan tidak pernah memungut biaya untuk para pengunjung yang datang. "Seikhlasnya saja, disitu disiapkan kota amal, ibarat katanya uang kebersihan," katanya. 

Suntama meyakini wisata desa ini ke depannya akan sangat ramai mengingat pengelolah dari lahan ini sangat serius memperbaiki segala sesuatu di lokasi air panas tesebut. 

"Ini kan sudah mulai diperbaiki, di lokasi pemandian sudah ada tempat seperti penginapan, sudah ada musala, tempat parkir motor, tempat mandi pun berlahan sudah diperbaiki. Belum lagi akses jalan untuk masuk sudah mulai diperbesar," tambahnya.

Di masa pandemi seperti saat sekarang ini pengunjung selalu ramai datang untuk mandi air panas di sini, hanya saja pada saat memasuki bulan Ramadan pengunjung mulai sepi. 

"Ramai terus pas Covid-19 juga, karena katanya air obat ini keluar dari perut bumi. Karena sekarang puasa jadi sepi," kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait