#vaksin#covid-19lampung

Semangat Siswa Kejar PTM

Semangat Siswa Kejar PTM
Proses vaksinasi ke siswa SMAN 12 Bandar Lampung. Lampost.co/Umar


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejak pandemi Covid-19 proses kegiatan belajar di sekolah beralih ke rumah menggunakan media dalam jaringan (daring). Awal penerapan pembelajaran daring hal itu menjadi kabar baik karena tak perlu bangun pagi untuk pergi ke sekolah.

Namun, situasi itu kini berubah menjadi kejenuhan. Sebab, peserta didik hanya menerima dan mengerjakan tugas tanpa bertemu guru.

Kondisi itu membuat antuasias siswa mendapatkan vaksin tinggi. Hal itu nampak dari pelaksanaan vaksinasi di sejumlah sekolah.

"Saya datang ke sekolah dari jam 7.00 WIB untuk vaksinasi," ungkap Rafy, salah satu peserta didik di SMAN 2 Bandar Lampung, Jumat, 3 September 2021.

Hal itu agar ia memiliki imun untuk mencegah penularan Covid-19 sehingga bisa kembali belajar di sekolah. Pembelajaran daring yang dijalani siswa kelas 12 MIPA itu dirasa tidak maksimal.

Vaksin pelajar yang dilakukan pemerintah menjadi harapannya kembali bertemu dengan guru. Sehingga kegiatan belajar mengajar bisa mendapatkan hasil maksimal.

Tidak hanya siswa SMA, pada jenjang SMP pun semangat mendapatkan vaksin di sekolah dimulai Jumat, 3 September 2021.

Desicha Zahara, siswi SMPN 32 Bandar Lampung, datang memenuhi panggilan sekolah untuk divaksin meski sempat merasakan khawatir. Ketakutannya bukan pada jarum suntik, tapi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

"Awalnya takut, soalnya banyak kabar, habis vaksin itu kan ya sakit-sakit, kejang-kejang, semua lah. Jadi takut sehabis vaksinnya bukan pas suntiknya," tutur siswi kelas 9 itu.

Untuk mengatasi kekhawatirannya, ia pun mengikuti semua imbauan sekolah untuk menjaga kesehatan sebelum menerima vaksin. 

Desicha menyimpan harapan besar untuk kembali ke sekolah belajar bersama teman dan guru. Menurutnya pembelajaran tatap muka lebih mudah dimengerti. Sebab, guru bisa menjelaskan secara detail. "Kalau belajar daring hanya dari video penjelasannya kurang masuk," tuturnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait