#nuansa#ramadan

Semangat Ramadan

( kata)
Semangat Ramadan
dok Lampost.co

Effran Kurniawan

Wartawan Lampung Post

DALAM sepekan ke depan, umat muslim akan memasuki bulan suci Ramadan. Tepat pada 24 April, sebagian besar masyarakat akan menjalani serangkaian ibadah yang hanya bisa dikerjakan di bulan kesembilan dalam kalender Hijriah itu.

Namun, pada tahun ke 1441 Hijriah ini semua orang mungkin tidak pernah membayangkan untuk menjalani Ramadan di tengah kegelisahan, kekhawatiran, dan keterbatasan, bahkan memunculkan rasa sedih. Merebaknya virus Covid-19 menjadi penyebabnya.

Wabah ini membuat banyak masjid menutup aktivitas keagamaan sejak Maret lalu. Kondisi itu diprediksi bisa terus berlangsung hingga masuknya Ramadan seiring masa pendemi tersebut yang juga belum menunjukkan penurunan, khususnya di Indonesia.

Bagi diri pribadi, dalam puluhan tahun memasuki Ramadan, saat menjalaninya semua orang akan menyambutnya dengan semangat datang ke masjid untuk menjalani salat tarawih. Hingga di 10 hari terakhir Ramadan, umat muslim tetap semangat dengan melaksanakan iktikaf di masjid dan berbagai aktivitas lainnya.

Namun, di masa pandemi ini, ibadah sunah yang bisa dinikmati di bulan Ramadan ini harus dibatasi untuk dikerjakan di rumah saja. Hal itu demi memutus mata rantai penyebaran virus corona secepatnya.

Untuk itu, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, mengimbau seluruh pengurus, anggotanya, serta masyarakat untuk tidak melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan di masjid. Seperti ceramah-ceramah, tadarus berjemaah, iktikaf, buka puasa bersama, peringatan turunnya Al-Qur’an, dan kegiatan dalam kerumunan massal lainnya.

Kedua ormas itu kompak meminta masyarakat agar mengadakan ibadah di rumah saja. Anjuran ini diperkuat Kementerian Agama agar seluruh umat Islam mematuhi imbauan tersebut dengan disiplin.

Di tengah situasi dalam melawan wabah yang mendunia itu, Ramadan 1441 Hijriah menjadi tahun yang berbeda dibanding dengan sebelumnya. Walaupun begitu, kedatangan bulan suci dan spesial ini harus tetap disambut.

Sebab, bulan itu dihadirkan dengan penuh keberkahan. Dengan harapan, berkah yang ada dan waktu-waktunya yang mustajab di sepanjang Ramadan bisa menghapus keberadaan corona dari dunia ini.

Sehingga, kehidupan pun bisa berjalan dengan normal kembali. Untuk itu, bulan tersebut menjadi waktu terbaik bisa dimanfaatkan dengan sebaiknya guna berdoa kepada Sang Pencipta untuk menghilangkan wabah itu.

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar