#beritalampung#beritabandarlampung#imlek

Semangat Pluralisme Keberagaman Agama Melalui Perayaan Imlek

Semangat Pluralisme Keberagaman Agama Melalui Perayaan Imlek
Tahun kelinci, Imlek 2023. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Tahun baru Imlek yang jatuh pada 22 Januari 2023, merupakan perayaan yang menjadi hari besar agama Khonghucu untuk menyambut pergantian musim dingin ke musim semi.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Mohammad Bahrudin menyampaikan bahwa perayaan imlek merupakan perayaan umat Khonghuchu yang dapat menjaga toleransi antar umat beragama. Menurutnya, kerukunan antar umat beragama merupakan pilar keutuhan nasional dan simbol perdamaian. Dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Lampung untuk sama-sama menjaga toleransi antar umat beragama.

"Kepada seluruh masyarakat Lampung saya menghimbau untuk dapat menjaga toleransi antar umat beragama. Kerukunan antar umat beragama merupakan pilar keutuhan nasional dan simbol perdamaian," katanya kepada Lampost pada Jumat, 20 Januari 2023.

Selain itu, Bahrudin juga menyampaikan bahwa setiap orang harus bebas dalam melaksanakan aktivitas agama termasuk perayaan hari-hari besar. Oleh karena itu, dirinya menghimbau agar masyarakat dapat saling menjaga kerukunan.

"Mari saling menjaga kerukunan dan kebersamaan karena jika kerukunan umat beragama terganggu, pasti kerukunan dan keamanan nasional juga akan terganggu. Mari kita beri kesempatan masyarakat Tionghoa untuk beribadah dan merayakan Imlek dalam suasana yang kondusi," ucapnya.

Selaras dengan apa yang disampaikan oleh Bahrudin, Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Prof. Mohammad Mukri juga mengatakan bahwa umat beragama harus bersatu padu dan secara merdeka merayakan hari besar agama yang mereka anut. Dirinya menyampaikan bahwa sebagai makhluk sosial, Manusia harus memiliki rasa saling menghormati dan menghargai sekalipun jika terdapat saudara atau kerabat yang berbeda agama.

"Gak papa jika ada keluarga atau kerabat yang merayakan imlek, kita bukan mengikuti Ibadahnya, tapi secara sosial kita juga harus ikut menghormati, inikan sama saja seperti kita merayakan tahun baru baik itu tahun baru masehi maupun hijriah," kata Prof. Mukri.

Mantan Ketua PWNU itu juga mengharapkan bahwa setiap agama harus memiliki kesempatan yang sama, tidak ada yang dibeda-bedakan, dan beragama sesuai dengan kepercayaan.

"Kasih agama lain kesempatan, tidak semua yang beda harus sama dengan kita. Tetaplah yang Khonghuchu beramaliah sesuai dengan kepercayaannya, demikian juga kita sebagai umat muslim," pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait