#beritalampung#beritalampungterkini#hoaks#beritahoaks#beritabohong

Selembaran Tegakkan Khilafah yang Beredar di Lingkungan Masjid Hoaks

Selembaran Tegakkan Khilafah yang Beredar di Lingkungan Masjid Hoaks
Buletin yang beredar. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Beredar selembaran yang berjudul Tegakkan Khilafah melalui Perjuangan Politik di lingkungan masjid. Salah satu gambar atau foto yang tersebar tersebut salah satunya diduga di lingkungan Masjid Al-Furqon, Bandar Lampung.

Berdasarkan selebaran yang diterima Lampost.co, gambar terlihat seperti di halaman Masjid Al-Furqon. Selain itu, dalam selembaran tersebut juga terdapat gambar siluet yang menggambarkan wajah calon presiden Anies Baswedan.

Baca juga: Anies Baswedan Silaturahmi Kebangsaan ke Sejumlah Pesantren di Tasikmalaya

Saat dihubungi untuk konfirmasi apakah benar selembaran tersebut beredar dalam lingkungan Masjid Al-Furqon, pengurus masjid mengatakan hal tersebut hoaks. "Hoaks dan fitnah itu," kata Sekretaris Masjid Al-Furqon Hery Darso saat dihubungi Minggu, 20 November 2022.

Wakil ketua PWNU Lampung, Juwendra, mengimbau untuk lebih memilih lagi dalam membaca. "Bacaan mana yang berguna bagi kita, mana yang tidak," katanya ssat dihubungi, Minggu, 20 November 2022.

Dia juga berpesan agar lebih meningkatkan lagi budaya literasi yang baik karena masih banyak hal yang dapat dipelajari dengan membaca. "Pilih-pilih bacaan dengan membaca yang baik," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Relawan Anies (RAS) Ahmad Nurkholis saat dihubungi mengatakan kalau ini jelas provokasi dan fitnah yang dibuat kelompok yang tidak bertanggung jawab. Dengan satu tujuan mem-framing Anies Baswedan sebagai tokoh intoleran dan radikal.

"Tidak ada niatan ataupun agenda dari Pak Anies untuk menegakkan khilafah dalam sistem pemerintahan kita. Sebab bagi Beliau dan kami NKRI harga mati," katanya.

"Pancasila sebagai dasar negara sudah final, untuk mengatur penyelenggaraan negara, jadi tidak ada alasan membuat tandingan atau ideologi baru mengganti Pancasila," ujarnya.

Ahmad menambahkan kebinekaan adalah keniscayaan. Kebinekaan merupakan takdir yang patut disyukuri, dirawat dengan baik agar antara satu dan lainnya bisa saling melengkapi dan menyempurnakan. "UUD 1945 yang menjadi dasar hukum eksistensi NKRI, tidak ada celah mengganti pasal-pasal yang ada di dalamnya dengan keinginan mengganti bentuk negara sekalipun amandemen," ujarnya.

Dia juga menyampaikan kalau siluet Anies Baswedan dalam buletin tersebut tidak sinkron dengan perjuangan yang sedang beliau lakukan. Sebagai RAS tentu punya kewajiban moral menghentikan kebohongan ini.

"Kami melihat, buletin ini bentuk kepanikan sekelompok orang yang tidak menghendaki Mas Anies jadi presiden. Mereka memfitnah beliau dengan tulisan yang incredible ini," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait