#PDAM

Seleksi Calon Direktur PDAM Limau Kunci Liwa Diklaim Sesuai Aturan

Seleksi Calon Direktur PDAM Limau Kunci Liwa Diklaim Sesuai Aturan
Ilustrasi Medcom.id


Liwa (Lampost.co) -- Pelaksanaan seleksi calon direksi Perumda air minum Limau Kunci Liwa, Lampung Barat, diklaim sesuai aturan yang terbaru. Hal itu ditegaskan Ketua pelaksana rekrutmen calon direksi, Ismet Inoni yang juga sebagai Asisten III, Kamis, 25 November 2021.

Menurut Ismet, dasar pelaksanaan tahapan perekrutan calon direksi PDAM Limau Kunci Liwa yang merupakan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) itu telah dilakukan sesuai aturan dalam PP nomor 54 tahun 2017 tentang badan usaha milik daerah. Kemudian Permendagri nomor 37 Tahun 2018 tentang pengangkatan dan pemberhentian anggota Dewan pengawas atau anggota komisaris dan anggota direksi BUMD.

Kemudian Perda nomor 5 Tahun 2021 tentang perusahaan umum daerah (Perumda) air minum limau kunci.

"Jadi, semua tahapan dan prosesnya telah menggunakan aturan baru ini. Dimana aturan baru yaitu Perumda air minum Limau Kunci," kata dia.

Kemudian untuk syarat pelamar calon direksi, salahsatunya adalah memiliki pengalaman minimal  5 tahun dibidang manajerial perusahaan yang berbadan hukum dan pernah menjadi pemimpin.

"Jadi, intinya tidak ada lagi masalah dalam hal tahapan perekrutan calon direksi PDAM Limau Kunci Liwa ini karena semua sudah mengacu kepada aturan yang ada," kata dia.

Aturan yang diikuti adalah aturan yang baru dan bukan aturan yang lama sebab aturan yang lama itu sudah tidak berlaku lagi jika sudah ada aturan yang baru.

Penolakan hasil rekrutmen calon direktur PDAM Limau Kunci Liwa yang sudah menetapkan tiga besar peserta yang akan mengikuti tahap akhir sebagaimana disampaikan oleh para pegawai PDAM itu lanjut dia, itu adalah karena mereka menginginkan agar proses perekrutan ini menggunakan aturan yang lama. Padahal aturan lama itu dengan sendirinya sudah tidak berlaku lagi karena sudah ada aturan yang baru ditambah turunanya.

Dengan diberlakukanya peraturan baru ini maka seluruh persyaratan peserta juga harus menyesuaikan dengan aturan tersebut.

"Untuk apa pemerintah membuat aturan baru ini jika tahapan seleksi ini masih harus menggunakan aturan lama," kata dia.

Kemudian pihaknya selaku tim seleksi tugasnya adalah menjaring bakal calon direksi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Sementara untuk menilai integritas, keahlian, kepemimpinan, pengalaman dan pemahaman penyelenggaraan pemerintah daerah, manajemen perusahaan, memiliki pengetahuan dibidang perusahaan itu dilakukan oleh tim uji kelayakan dan kepatutan yaitu dilaksanakan oleh pihak Unila. Proses uji kelayakan dan kepatutan itu sudah dilaksanakan bahkan hasilnya telah diumumkan pada tanggal 23 lalu.

Setelah uji kelayakan dan kepatutan ini maka tiga nama calon direksi yang dinyatakan masuk dalam tiga besar yang sudah diumumkan itu nantinya masih akan mengikuti seleksi tahapan akhir yaitu wawancara dengan kepala daerah. Setelah itu kepala daerah menetapkan satu nama diantara tiga tersebut sesuai ketentuan yang ada.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait