#videoviral#hoaks

Selain Iseng, Guru Penyebar Video Hoaks di Metro Ingin Dapat Banyak Viewer

Selain Iseng, Guru Penyebar Video Hoaks di Metro Ingin Dapat Banyak <i>Viewer</i>
Tersangka saat digiring menuju ruang penyidikan Polda Lampung, Jumat, 23 Juli 2021. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memastikan penahanan Guntoro (51), oknum guru yang menjadi tersangka penyebaran video hoaks kericuhan di Terminal Metro. 

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, proses hukum tersangka berlanjut. Guntoro dijerat Pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang-undang (UU) 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dalam pasal itu disebutkan, pelaku diancam pidana maksimal 10 tahun penjara. Sedangkan dalam Pasal 14 ayat (2) tertulis pidana maksimal tiga tahun penjara.

"Tim Subdit V Cybercrime menangkap Guntoro di rumahnya. Polisi menyita ponsel tersangka yang digunakan untuk meng-upload video tersebut ke Youtube dengan judul 'Demo Pedagang di Pusat Pasar Metro," kata dia, Jumat, 23 Juli 2021.

Baca: Tersangka Penyebar Hoaks Kericuhan Terminal Metro Mengaku Cuma Iseng

 

Sementara itu, tersangka mengaku menyebarkan berita hoaks hanya untuk menambah jumlah pengunjung (Viewer) di channel Youtube yang ia kelola.

"Saya menyesal menyebarkan berita bohong. Iseng saja biar banyak yang menonton," kata tersangka saat digiring menuju ruang penyidikan.

Sebelumnya diberitakan, warga Kota Metro dibuat geger dengan beredarnya video berdurasi 29 detik bernada provokasi tentang kabar bohong bentrokan warga dan petugas dalam giat penertiban pedagang kaki lima (PKL), pekan lalu.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait