#Pertanian

Sektor Perikanan Tangkap Paling Menguntungkan di Lampung

Sektor Perikanan Tangkap Paling Menguntungkan di Lampung
Ilustrasi. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung termasuk cukup tinggi ketimbang provinsi lain di Indonesia. NTP adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. 

Per Desember 2020, NTP Lampung untuk subsektor tercatat padi dan palawija/NTP-P (92,55), hortikultura/NTP-H (99,60), tanaman perkebunan rakyat/NTP-Pr (99,79), peternakan/NTP-Pt (100,30), perikanan tangkap (102,96), dan perikanan budidaya (101,44). 

NTP yang mebihi nilai 100 berarti pada periode tertentu lebih baik dibandingkan dengan NTP pada tahun dasar. Dengan kata lain petani mengalami surplus. Harga produksi naik lebih besar dari kenaikan harga konsumsinya. Pendapatan petani naik dan menjadi lebih besar dari pengeluarannya.

"Dari 34 provinsi yang diamati perkembangan harganya pada Desember 2020, ada 26 provinsi mengalami kenaikan NTP dan 8 provinsi lainnya mengalami penurunan," kata Kepala BPS Provinsi Lampung Faizal Anwar, Selasa 5 Januari 2021.

Pada Desember 2020 indeks konsumsi rumah tangga daerah perdesaan di Provinsi Lampung mengalami kenaikan sebesar 0,68% yang disebabkan kenaikan hampir di seluruh kelompok indeks harga, kecuali kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan. 

"Secara rinci kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik sebesar 1,12 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,08 persen. Perumahan, alat listrik, dan bahan bakar lainnya naik sebesar 0,11 persen. Perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,01persen. Sedangkan kesehatan naik sebesar 0,11 persen," kata dia. 

Sementara transportasi mengalami kenaikan sebesar 0,12%, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami penurunan sebesar 0,01%, rekreasi, olahraga dan budaya naik sebesar 0,11%, penyediaan makanan dan minuman atau restoran naik sebesar 0,06%, dan perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,33%.

"Sedangkan kelompok yang tidak mengalami perubahan adalah kelompok pendidikan," tutup Faizal.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait