#PPKMDARURAT#LAMPUNG#COVID-19LAMPUNG

Sektor Esensial yang Diizinkan Beroperasi Selama PPKM Darurat

Sektor Esensial yang Diizinkan Beroperasi Selama PPKM Darurat
Ilustrasi PPKM


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sesuai instruksi pemerintah pusat, Bandar Lampung mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 12 Juli 2021. Berikut sektor esensial yang diperbolehkan beroperasi berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021.

Sektor keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan. pasar modal yang berorientasi pada pelayanan dengan pelanggan dan berjalannya operasional pasar modal secara baik. Sektor itu dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen staf untuk lokasi yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional hanya 20 persen.

Baca juga : Bandar Lampung Ditetapkan Terapkan PPKM Darurat

Bidang teknologi informasi dan komunikasi meliputi operator seluler, data center, internet, pos, media terkait dengan penyebaran informasi kepada masyarakat. Kemudian, sektor perhotelan nonpenanganan karantina.

Sektor-sektor dapat beroperasi selama PPKM Darurat dengan pembatasan 50 persen jumlah staf. Untuk industri orientasi ekspor pihak perusahaan harus menunjukkan bukti contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 bulan terakhir atau dokumen lain yang menunjukkan rencana ekspor. Wajib memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI).

Khusus sektor ini dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen staf hanya di fasilitas produksi atau pabrik. Sementara untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional hanya diizinkan 10 persen.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait