#BANDARLAMPUNG

Sekolah Rawan Bencana Belum Jadi Prioritas di Bandar Lampung

Sekolah Rawan Bencana Belum Jadi Prioritas di Bandar Lampung
Kepala Seksi Kelembagaan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, Mulyadi Syukri. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Program sekolah rawan bencana di Kota Bandar Lampung belum menjadi prioritas pada 2023.

Padahal Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan 75 persen sekolah di Indonesia berada dalam kawasan rawan bencana, mulai dari banjir, gempa sampai longsor.

Kepala Seksi Kelembagaan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, Mulyadi Syukri mengatakan untuk sekolah rawan bencana di Kota Bandar Lampung, masih dalam katagori  sedang, dan belum ada wilayah yang masuk kategori rawan.

"Kalau pun ada itu akibat dari kondisi alam seperti intensitas air hujan sehingga berakibat banjir, atau tanah longsor yang mengakibatkan sekolah kemasukan air hujan, atau tembok pagar yang roboh," kata dia, Senin, 02 Januari 2023.

Menurutnya, perencanaan pembuatan sekolah rawan bencana belum dapat terealisasi dikarenakan konstruksi khusus sekolah yang tahan gempa dan tsunami sampai saat ini belum ada atau bisa dibilang hanya mendekati saja.

"Karena kalau untuk membuat sekolah yang sesuai dengan ketentuan tahan gempa biayanya sangat mahal," kata dia.

Selain mahal, ia mengklaim jika  kondisi alam di Kota Bandar Lampung belum termasuk kategori rawan gempa dan tsunami.

"Harapan kita kondisi alam kita tetap normal, dan ke depannya dalam program pembangunan gedung sekolah atau ruang kelas agar benar-benar yang berkategori tahan gempa dan sesuai dengan bestek yang berlaku," kata dia.

Terkait program prioritas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung pada 2023, Mulyadi akan fokus pada Merdeka Belajar, Guru Penggerak dan Sekolah Penggerak.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait