#belajardirumah#humaniora#pendidikan

Sekolah di Lambar Siap Kembali Terapkan Belajar Daring

( kata)
Sekolah di Lambar Siap Kembali Terapkan Belajar Daring
Foto: Dok

Liwa (Lampost.co): Setelah Lampung Barat dinyatakan naik status dari zona kuning menjadi zona oranye terkait wabah Covid-19, sejumlah sekolah di wilayah itu nampaknya pasrah dan menunggu keputusan dari Tim Satuan Tugas Covid-19 tentang nasib kegiatan KBM tatap muka yang telah berlangsung sejak selama dua minggu ini.

Kepala SMKN 1 Liwa, M Yusuf Muis, mengaku setelah mengetahui Lambar masuk zona oranye, maka pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepala cabang Dinas Pendidikan Wilayah III. Kemudian sesuai prosedur kepala cabang juga berkoordinasi dengan tim Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 kabupaten.

"Namun untuk sementara kami mendapat informasi bahwa tim Satgas Covid-19 kabupaten saat ini tengah mengkaji apakah kegiatan KBM tatap muka ini akan dihentikan sementara atau dilanjutkan. Pada prinsipnya kami selaku pihak sekolah saat ini hanya menunggu keputusan kepala cabang Dinas Pendidikan sesuai hasil koordinasi dengan tim Gugus tugas Covid-19 kabupaten," kata Yusuf, kata dia, Rabu, 9 September 2020.

Dia mengatakan jika memang keputusanya nanti menyatakan bahwa kegiatan KBM tatap muka dihentikan sementara maka tentunya pihaknya siap dan wajib mematuhi instruksi itu. Namun jika keputusannya nanti ternyata kegiatan KBM tatap muka tetap dilanjutkan maka pihaknya pun siap melaksanakanya sesuai dengan protokol kesehatan yang dilaksanakan secara ketat.

"Selanjutnya kita serahkan saja dan kita berlindung kepada Allah saja dari serangan covid-19 ini," jelas Yusuf.

Sementara itu, Kepsek SDN 1 Way Mengaku Erwansyah, mengatakan pada prinsipnya pihaknya sangat mengutamakan keselamatan anak-anak dan tenaga pengajar.

Terkait ini, intinya pihaknya tetap patuh pada keputusan pemerintah. Sebagai warga belajar tentu sebagai guru pihaknya sangat prihatin karena selama masa pandemi Covid-19 ini pihaknya tidak bisa memberikan pembelajaran dengan sempurna karena pergerakan sangat terbatas.

Kegiatan belajar secara tatap muka yang telah berlangsung sejak 24 Agustus lalu menurutnya, sebenarnya telah memberikan dampak ke arah yang lebih baik ketimbang melalui belajar sistem daring. Alasanya, karena belajar tatap muka bisa disampaikan secara langsung sehingga bisa dicerna langsung oleh siswa apalagi jika pelajaran yang disampaikan itu adalah ilmu pasti yang penyampaianya harus diurai dan di jalankan.

"Melalui KBM tatap muka pelajaran bisa dijelaskan secara maksimal sehingga bisa dicerna langsung oleh anak-anak. Berbeda dengan sistem daring karena banyak kendala," tambah Erwansyah.

Namun demikian, lanjut dia, pihaknya tetap mengutamakan keselamatan anak-anak dan tenaga guru. Jika harus kembali daring penuh untuk menjaga keselamatan maka pihaknya siap mengikuti instruksi pemerintah sebab sebagai upaya pencegahan maka ini tentu adalah untuk menjaga keselamatan dari wabah covid ini.

Ia menambahkan, kegiatan belajar yang dilaksanakan secara daring tentunya memiliki banyak kendala. Pertama, tidak semua orang tua/siswa memiliki android.
Kedua, tranpormasi pembelajaran tidak mudah dicerna oleh anak. Ketiga, tugas yang diberikan kepada anak selalu dikerjakan oleh anggota keluarganya. Keempat, penerapan menjaga jarak yang jadi kendala utama. Kelima, guru harus kerja extra dalam membuat media, metode, pembelajaran, tertulis juga fisual dan lainya.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepsek SDN 1 Way Mengaku Prihandono. Ia mengaku untuk sementara sampai hari ini masih mengikuti rekomendasi KBM tatap muka. Namun dengan adanya perubahan status menjadi zona oranye ini maka sambil berjalan kini pihaknya juga menunggu keputusan lebih lanjut. Pada prinsipnya pihaknya siap mengikuti apa yang menjadi keputusan tim gugus tugas penanganan covid-19 Pemkab Lambar.

Kalau soal was-was atau tidaknya, lanjut dia, selama masa pandemi ini belum berakhir rasa was-was itu tetap ada. Tapi dengan mengikuti protokol kesehatan secara diperketat maka pihaknya tidak panik karena dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar