#LAMTENG

Sejumlah Tokoh Adat Nyatakan Dukung Polres Lamteng Tegakkan Hukum Terhadap Pelaku Pengrusakan

Sejumlah Tokoh Adat Nyatakan Dukung Polres Lamteng Tegakkan Hukum Terhadap Pelaku Pengrusakan
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya saat bertemu dengan para tokoh penyimbang adat di Kecamatan Pubian, Jumat, 25 November 2022. Lampost.co/Raeza Handanny Agustira


Gunungsugih (Lampost.co) – Setelah  pengrusakan dan pembakaran di PT Gunung Aji Jaya (PT GAJ) Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, para tokoh penyimbang adat dari lima kampung menyatakan mendukung langkah Polri dalam memelihara kamtibmas dan penegakan hukum terhadap pelaku provokasi.

Tokoh adat tersebut berasal dari Kampung Gunung Raya, Gunung Haji, Tanjung Kemala, Negri Kepayungan dan Negri Ratu Kecamatan Pubian.

"Kami selaku tokoh adat mendukung pihak kepolisian dalam upaya penindakan hukum terhadap pelaku perusakan dan pembakaran PT Gunung Aji Jaya. Kami menyatakan bahwa tidak ada tokoh adat dari lima Kampung yang menyetujui adanya permasalahan antara oknum masyarakat dengan PT GAJ. Mereka oknum masyarakat mengatasnamakan para tokoh adat," kata Ali Kusuma, selaku tokoh adat bergelar Suttan Ratu Penyimbang, Jumat, 25 November 2022.

Junaidi selaku tokoh adat Kampung Gunung Haji bergelar Suttan Pukuk Penyimbang menyatakan dia bakal turut ambil bagian dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat dan membantu pihak kepolisian untuk menjaga kamtibmas.

"Saya selaku tokoh adat, gelar Suttan Pukuk Penyimbang menyatakan mendukung penuh upaya pihak kepolisian dalam melakukan penindakan sesuai hukum yang berlaku terhadap para pelaku pengrusakan dan pembakaran di PT Gunung Aji Jaya," kata dia.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya mengapresiasi adanya dukungan dari para tokoh adat dari lima kampung di Kecamatan Pubian. "Saya sangat mengalresiasi, atas dukungan yang di berikan oleh para tokoh adat setempat kepada Polri dalam penindakan persoalan pengrusakan dan pembakaran di PT GAJ," kata Kapolres.

Dia menyatakan, pihak kepolisian telah memberikan pemahaman dan mengedukasi masyarakat yang mempermasalahkan adanya Hak Guna Usaha PT GAJ.

"Dengan adanya pengrusakan dan pembakaran aset milik perusahaan, kami tidak bisa membiarkan pelaku provokasi dan pelaku pembakaran berkeliaran. Sehingga kepada para pelaku dilakukan penegakan hukum  sesuai prosedur yang berlaku," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait