#pembelajarantatapmuka#pendidikan#ptm

Sejumlah Rektor Mengaku Belum Siap Kuliah Tatap Muka

Sejumlah Rektor Mengaku Belum Siap Kuliah Tatap Muka
Kuliah tatap muka. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah memberi izin perguruan tinggi yang berada di zona pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1-3 untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Namun, ternyata sejumlah rektor menyatakan belum siap untuk membuka kampus.

"Pada 13 September kemarin 35 rektor menghadiri pertemuan dengan Presiden Jokowi, rata-rata mengatakan belum siap (PTM terbatas)," ujar Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTN), Jamal Wiwoho dalam silaturahmi merdeka belajar, dikutip dari Medcom, Jumat, 24 September 2021.

Jamal menyebut, para rektor akan mempertimbangkan kembali PTM terbatas di bulan depan. Sebagian ada pula yang mengatakan baru akan kembali membuka kuliah tatap muka semester depan.

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) itu pun menyebut kampusnya sendiri menjalankan PTM terbatas sejak 6 September 2021. Dia mengaku PTM terbatas di UNS dijalankan dengan prinsip bersyarat dan bertahap.

Pihaknya pun melakukan uji coba PTM terbatas tiga hingga empat fakultas terlebih dulu.

"Jika levelnya semakin turun akan ditambah terus kapasitasnya. Fakultas yang dibuka juga fakultas yang berjauh-jauhan. Perlu koordinasi antar fakultas agar dapat berjalan dengan lancar. Maksimal kampus membuka dua mata kuliah," lanjut Jamal.

Selain itu, UNS juga melakukan percepatan vaksinasi dosen hingga mahasiswa agar PTM terbatas semakin aman. Kesiapan sarana prasarana pembelajaran juga dipastikan dengan baik.

"PTM terbatas UNS kemaren juga sudah dikunjungi Presiden dengan jumlah 12 peserta mahasiswa. UNS berani membuka karena sudah berkoordinasi dengan satgas covid di UNS maupun pemda, jadi seperti itu persiapannya," tutup Jamal.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait