#BERITALAMPUNGSELATAN#PONDOKPESANTREN#DERMAWAN

Sejumlah Pesantren di Natar Butuh Uluran Dermawan 

Sejumlah Pesantren di Natar Butuh Uluran Dermawan 
Ilustrasi: Pixabay.com



Natar (Lampost.co) -- Beberapa pondok pesantren di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan membutuhkan uluran tangan dari para dermawan. Pasalnya, sejumlah pesantren di masa covid-19 saat ini kesulitan membiayai hidup sehari-hari untuk para santri yang menuntut ilmu agama. 

Camat Natar Eko Irawan mengatakan, beberapa pondok pesantren yang santrinya banyak di Kecamatan Natar sangat membutuhkan uluran tangan, baik dari pemerintah terkait atau pun dari dermawan yang berbaik hati. 

"Mereka ini sering menyampaikan bahwasanya sangat membutuhkan uluran tangan untuk hidup sehari-hari, kalau-kalau ada dermawan baik hati ingin membantu atau pihak Kemenag Provinsi bisa membantu syukur Alhamdulillah, " kata Eko. 

Menurutnya, di masa pandemi seperti saat ini banyak pesantren yang mati suri, sementara mereka sangat giat menuntut ilmu agama. Atas hal itu, dalam reses anggota DPR Provinsi di Kantor Camat Natar beberapa hari yang lalu, dia mengusulkan supaya ada bantuan dari Kemenag Provinsi Lampung. Menurutnya, ada atau tidak bantuan itu yang terpenting ia sudah berusaha menyampaikan keadaan yang terjadi di pesantren saat ini. 

"Pesantren di sini seperti mati suri, karena mereka membutuhkan biaya hidup untuk sehari-hari. Kami mendorong pemerintah untuk memberi perhatian lebih. Kalau-kalau ada bantuan untuk mereka yang terpenting kami sampaikan dulu," ujar mantan Camat Sidomulyo ini. 

Anggota DPRD Lampung Raden Muhammad Ismail mengatakan dia siap memberi bantuan berupa bahan pokok makanan berupa beras setiap bulan. Bahkan, ia langsung mencatat dan berjanji untuk membantu para santri yang kesulitan ini. 

"Saya akan memberikan bantuan terhadap pesantren. Ini sebagai pahala. Bukan sombong. Tetapi, saya berniat dari dalam hati ingin membantu mereka. Tolong diingatkan dan dicatat bahwa ini sebagai hutang janji saya untuk memberi mereka. Saya akan membantu beras setiap bulanya untuk mereka," kata Raden Ismail. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait