#guru#waykanan

Sejumlah Guru di Way Kanan Keluhkan Perilaku Oknum Mengatasnamakan Wartawan

Sejumlah Guru di Way Kanan Keluhkan Perilaku Oknum Mengatasnamakan Wartawan
Anggota Komisi V DPRD Lampung Deni Ribowo saat menggelar reses dan membuka layanan perlindungan melalui Lembaga Advokasi Guru. Foto: Lampost.co/Umar Robbani


Bandar Lampung (Lampost.co) – Sejumlah guru di Way Kanan mengeluhkan oknum wartawan yang mengganggu dan meresahkan di sekolah.

Kepala SDN 4 Gununglabuhan, Baradatu, Subari, mengaku kesehariannya selalu diselimuti rasa resah dan tertekan. Perasaan itu muncul akibat ulah oknum wartawan yang kerap datang bahkan melecehkan.

"Pernah ada guru kepala sekolah yang wajahnya sampai dipegang oleh oknum-oknum pihak ketiga yang dia katakan mengaku dari pihak media," ujarnya dalam reses yang dilakukan Anggota Komisi V DPRD Lampung Deni Ribowo, Jumat, 10 September 2021.

Menurutnya, perlakuan oknum tersebut membuat ia dan dewan guru merasa terintimidasi dan ketakutan untuk datang mengajar ke sekolah.

Baca juga: Masyarakat Diminta Waspada dengan Penipuan Mengatasnamakan BNPB

Hal serupa disampaikan Jamasri, Kepala SDN 2 Bengkulu yang merasa takut dan tak nyaman bahkan saat berada di rumah. Tak hanya datang menemui, para oknum wartawan juga kerap meneror lewat panggilan telepon.

"Dengar nada dering handphone saja kami sudah ketakutan karena selain didatangi kami seringkali diteleponin," tuturnya.

Terkait hal itu, Deni Ribowo membuka layanan perlindungan melalui Lembaga Advokasi Guru yang telah didirikan di tingkat provinsi Lampung, termasuk Way Kanan. Lembaga tersebut berfungsi untuk memberikan perlindungan dan penyuluhan hukum kepada dewan guru secara gratis.

"Lembaga ini bersedia untuk memberikan waktu mendampingi menjadi benteng pertahanan guru-guru," ungkap politisi Partai Demokrat itu.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait