#BERITALAMPUNG#LIMBAHMEDIS

Sejumlah Alat Pendukung di TPA Bakung Tidak Berfungsi

Sejumlah Alat Pendukung di TPA Bakung Tidak Berfungsi
Suasana di TPA Bakung dengan sejumlah alat pendukung yang tidak berfungsi. (Foto:Lampost.co/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co) --Sejumlah alat pendukung  di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bakung, Teluk Betung Barat,  tidak berfungsi. Hal itu membuat pekerjaan dan pengolahan sampah menjadi lambat.

Berdasarkan pantauan Lampost.co di lokasi, Selasa, 16 Maret 2021, beberapa truk pengangkut sampah mengantre menunggu giliran untuk pembuangan sampah yang diangkut. Selain itu, satu unit buldoser terlihat rusak dan terpajang di parkiran. Tempat pengomposan sampah tidak tersedia dan timbangan sampah juga tidak berfungsi. Akibatnya, puluhan truk pengangkut sampah langsung menuju titik pembuangan akhir tanpa proses penimbangan. 

Petugas sampah, Edwar, mengatakan alat berat tersebut sudah lama tidak terpakai. Kini, di lokasi TPA sampah hanya ada tiga ekskavator. 

"Disini ada tiga alat berat yang bekerja mengeruk sampah, satu alat beratnya sudah tidak berfungsi sejak lama,"katanya.

Edwar mengeluhkan banyaknya sampah medis dan non-medis rumah sakit yang dibuang di TPA Bakung sejak dua tahun belakangan ini.

"Sekitar dua tahun limbah medis dibuang di sini. Dari Rumah Sakit Bumi Waras, Rumah Sakit Urip Sumoharjo, dan lainnya. Kami berharap agar tidak lagi membuang limbah ke sini, agar tidak membahayakan pekerja di sini," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung Sahriwansyah tidak mau memberikan tanggapan terkait persoalan di TPA Bakung. Meski ponselnya aktif, ia tidak mau mengangkat dan menjawab telepon. 

Diberitakan sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA-OPD) tahun 2021 lebih dari empat miliar rupiah untuk pengolahan sampah. Dalam buku RKA-OPD 2021, tertera belanja operasi Rp1, 52 Miliar; belanja barang dan jasa Rp1, 36 miliar; belanja pemeliharaan peralatan dan mesin Rp223,7 juta. Kemudian, belanja pemeliharaan alat besar, alat bantu, dan alat pengolahan air kotor, dan lainnya.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait