#rektorunila#suapunila#unila#ott#kpk

Segini Gaji Karomani saat Menjabat Rektor Unila

Segini Gaji Karomani saat Menjabat Rektor Unila
Suasana Gedung Rektorat Unila beberapa waktu lalu. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Publik ramai-ramai mempertanyakan besaran gaji Karomani saat menjadi Rektor Universitas Lampung (Unila). Pasalnya, kasus suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri hingga membuatnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu cukup mengejutkan warga Lampung.

Berdasarkan penelusuran Lampost.co, gaji rektor dan dosen di perguruan tinggi telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Ke-18 atas PP Nomor 7 Tahun 1977 tentang Pengaturan Penggajian Pegawai Negeri.

Dalam PP itu disebutkan, besaran gaji ditentukan berdasarkan golongan dan lama masa kerja atau yang kerap disebut Masa Kerja Golongan (MKG). Skema ini berlaku bagi dosen PNS maupun PNS lain yang bekerja di instansi pusat maupun daerah.

Baca: 3 Tersangka Suap Unila Masih Digaji

 

Berdasarkan informasi dari laman Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), gaji dosen PNS ditentukan berdasarkan golongannya dari III sampai IV. Dosen golongan III yang bekerja di tahun pertama mendapatkan gaji antara Rp2.688.500 hingga Rp4.797.000/bulan.

Sementara itu, dosen golongan IV dengan masa kerja sekitar lima tahun akan menerima gaji sekitar Rp 3.044.300 hingga Rp 5.901.200/bulan.

Lebih lanjut, menurut PP Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, dosen PNS yang menduduki jabatan fungsional mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok. Sementara itu, dosen yang mendapat tugas tambahan sebagai rektor dengan jabatan guru besar akan mendapatkan tunjangan Rp5.500.000 dan jabatan lektor kepala sebesar Rp5.050.000. 

Sementara itu, Rektor Unila Periode 1998-2008, Muhajir Utomo menyebut, total take home pay (THP) seorang Rektor Unila bisa mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta/bulan. Angka itu berasal dari remun (kompensasi) dan honor-honor resmi. 

"Take home pay itu total pendapatan perbulan dari gaji dan tunjangan lainnya, yakni ada tunjangan profesor, dosen, rektor, dan honor-honor resmi lainnya," katanya, Kamis, 1 September 2022. 

Baca: Uang Rp2,5 Miliar Disita dari Rumah Karomani

 

Dia menambahkan, jabatan profesor, doktor, dan rektor memiliki tunjangan masing-masing. Jadi jika seseorang menyandang tiga status sekaligus, maka minimal bisa membawa THP sekitar Rp30 juta hingga Rp40 juta/bulan. 

"Itu sudah cukup untuk hidup. Kalau dosen yang profesor doktor, THP-nya sekitar Rp20 juta hingga Rp25 juta. Ini pengalaman saya sebelum pensiun," ungkap dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait