#MetroTV-Lampung#Bijak-Bersosial-Media#Tanggamus

Sebarkan Berita Hoaks Virus Corona, Ibu Rumah Tangga Ditangkap Polisi



Bandar Lampung (Lampost.co) -- Nasib malang menimpa Okto Even Rizki, (29) warga Sinar Jaya, Pugung, Kabupaten Tanggamus. Ibu rumah tangga tersebut harus berurusan dengan Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Lampung, lantaran menyebarkan hoaks via sosial media facebook, terkait penyebaran virus korona di Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pelaku mengunggah status di facebook sebanyak dua kali, dengan menggunakan akun Okti ER.

"Aws di Kabupaten Pringsewu, Kecamatan Pagelaran, ada yang kena Corona, yang pulang dari Malaysia". Begitu bunyi status yang diunggah pada 3 Maret 2020.

Kemudian status selanjutnya berbunyi ‘Hati-Hati, corona sudah masuk Lampung’. Status tersebut diunggah pada 4 Maret 2020.

Dua postingan tersebut pun telah dilihat sekitar 4.999 netizen, yang berteman dengan pelaku. Ia diamankan di kediamannya pada 5 Maret 2020.

"Subdit V Cyber dipimpin langsung oleh PS Kasubdit Kompol Rahmad Mardian melakukan patroli cyber di sosial media. Mendapati postingan akun facebook Okti ER merupakan berita hoaks soal corona atau Covid 19," ujar Kabid Humad Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad, Rabu, 11 Maret 2020.

Kemudian, tim yang dipimpin oleh Kompol Rahmad Mardian, menyambangi kediaman pelaku untuk segera diamankan. "Dari pemeriksaan pelaku berinisial OER, benar pelaku mengunggah postingan tersebut pada 4-5 Maret 2020, aparat juga mengamankan barang bukti berupa ponsel dan beberapa lembar kertas print dari status yang bersangkutan," kata mantan Kapolres Meranti itu.

Dari pengakuan pelaku, Okta diduga panik karena maraknya pemberitaan hingga memosting status tersebut.

"Karena dugaannya panik, saya harap masyarakat bijak bersosial media, jangan langsung share dan unggah tanpa bukti yang jelas atau informasi yang akurat," paparnya.
Pelaku dijerat dengan pasal 45 ayat (2) jo pasal 28 ayat 2, UU Nomor 19 tahun 2016, atas Perubahan UU Nomor 11 tahun 2008, tentang ITE, dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait