#infrastruktur#sekolah#lampura

SDN 1 Gedung Makrifat di Lampura Rusak Berat dan Belum Ada Perbaikan

SDN 1 Gedung Makrifat di Lampura Rusak Berat dan Belum Ada Perbaikan
Kondisi SDN 1 Gedung Makrifat, Kecamatan Hulusungkai yang minim perhatian hingga menyebabkan sekolah kekurangan siswa. (Foto: Istimewa)


Kotabumi (lampost.co) -- Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Gedung Makrifat yang terletak di Kecamatan Hulusungkai, Lampung Utara, rusak berat. Sejak pertama kali diajukan perbaikan pada 2018, hingga kini belum ada realisasi perbaikan sekolah tersebut. 

Akibatnya, sebagian besar ruangan maupun prasarana pendukung menjadi rusak berat. Warga yang memiliki putra-putri memilih tidak menyekolahkan anaknya. Warga yang bermukim di wilayah tersebut harus rela mengantar atau mengeluarkan kocek lebih demi menjamin keberlangsungan pendidikan anaknya dengan menyekolahkan keluar desa.

Hingga kini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampura belum mengakomodasi kebutuhan warga agar sekolah yang berdiri sejak 2004 tersebut dapat diperbaiki oleh pemerintah.

"Bisa dilihat sendiri, Pak. Banyak sekolah di Lampura ini yang masih layak dipakai untuk kegiatan belajar mengajar, tapi diprioritaskan pembangunannya," kata Ani (40), wali murid setempat.

Di sisi lain, untuk sekolah yang ada di desa tersebut, dinas pendidikan dan kebudayaan Lampura belum mengambil tindakan atas situasi dan kondisi di sekolah itu. 

"Kalau dilihat sekolah ini sangat terpuruk. Terlebih, tidak adanya perhatian dari Pemkab Lampura. Dalam hal ini, dinas pendidikan Lampura," ujarnya.

Padahal, Lampura mendapatkan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) belasan miliar rupiah. APBD Lampura sendiri tiap tahunnya mengucurkan anggaran puluhan miliar.

"Kondisi saat ini semakin mundur saja. Ada sekolah yang jauh lebih baik, tapi dapat bantuan. Nah, kami lihat sekolah sudah hancur seperti ini, malah tidak dibantu. Ini ada apa sebenarnya?" tanya Ani.

Baca juga: Perbaikan SD di Lampura Butuh Rp50 Miliar

Kepala Sekolah SDN 1 Gedung Makrifat, Rosdiana, mengakui keprihatinannya. Sejauh ini pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan perbaikan sekolah kepada dinas pendidikan dan kebudayaan, namun hasilnya nihil.

"Alhamdulillah, sampai saat ini perbaikan belum juga ada tanda-tanda. Bahkan, hingga kini tidak ada gerakan di lapangan. Hal itu membuat sekolah makin rusak dan memprihatinkan saja. Kalau seperti ini terus, sekolah akan gulung tikar," keluhnya.

Dari informasi terakhir, sekolah itu akan digabungkan dengan sekolah terdekat karena jumlah siswa yang minim. Pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Lampura banyak menuai kegagalan.

Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam bidang pendidikan menyumbang paling banyak kegagalan yakni sebanyak dua item (tempat). Salah satunya di Kecamatan Abungtinggi yang mengalami kekurangan syarat legal formal, yakni kepemilikan lahan atau surat hibah tanah sekolah.

"Ya, karena itu menjadi syarat mutlak hingga harus digagalkan. Dan itu (DAK) harus dikembalikan kepada negara," ujar seorang sumber di BPKAD.


 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait