#KLBDemokrat#PartaiDemokrat

SBY dan AHY Dinilai Harus Ubah Strategi Hadapi Kisruh Demokrat

SBY dan AHY Dinilai Harus Ubah Strategi Hadapi Kisruh Demokrat
Susilo Bambang Yudhoyono. (Antara/Yulius Satria)


Jakarta (Lampost.co) -- Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai harus mengubah strategi di tengah kisruh Partai Demokrat. Hal itu diungkapkan pengamat politik Ninoy Karundeng.

Menurutnya, SBY dan AHY bukan lagi mementingkan menggenjot elektabilitas yang terancam merosot. Namun, mereka harus mewaspadai kubu Demokrat versi KLB Deli Serdang yang berupaya mengajukan pengesahan Kementerian Hukum dan HAM.

"SBY telah menyusun grand design strategi untuk menutupi tujuan utama yang tersembunyi terkait konflik internal Demokrat, yang awalnya untuk menaikkan elektabilitas, kini berubah untuk memertahankan Demokrat AHY agar mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham," kata Ninoy lewat pernyataan resmi, Rabu 10 Maret 2021.

Kisruh yang terjadi di Demokrat menurutnya karena keluhan sejumlah kader yang tak ingin AHY jadi Ketua Umum. KLB Deli Serdang menjadi bentuk kekecewaan terhadap SBY yang menjadikan Demokrat sebagai 'partai keluarga'.

Strategi yang dilakukan SBY pun dinilai sangat terstruktur dengan menggunakan seluruh potensi komunikasi media dan media sosial. Seperti memanfaatkan Benny K Harman yang berkicau di Twitter.

Benny menyebut intelijen kepolisian mengintimidasi pengurus Demokrat daerah mengakui hasil KLB. Sebaliknya, SBY membuat pernyataan yang justru menyatakan Presiden Joko Widodo, BIN, Kapolri, Kemenkumham, Menko Polhukam tidka terlibat dalam konflik Demokrat.

"Yang dilakukan Benny K Harman adalah bagian dari strategi komunikasi medsos SBY untuk menciptakan opini seolah Polri ikut terlibat. Cara adu domba menyerang Kemenkumham, termasuk hoaks keterlibatan Polri yang dicuitkan Benny K Harman, serta keterlibatan Istana, memiliki tujuan memengaruhi Yasonna Laoly," ungkap Ninoy.

"Dengan cara itu SBY berharap Yasonna tertekan secara psikologis, lewat opini publik yang terbangun, maka Yasonna akan membuktikan diri netral dengan cara menolak Demokrat Moeldoko. Grand strategi yang mudah dipahami," pungkas Ninoy.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait