#autp#beritalambar#asuransipetani

Sawah Terendam Banjir, Petani Menyesal Tidak Ikut AUTP

Sawah Terendam Banjir, Petani Menyesal Tidak Ikut AUTP
Tanaman padi petani rusak akibat terendam banjir. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co): Kepala BPP Bandarnegeri Suoh Seto mengatakan data lahan tanaman padi petani yang terendam banjir akibat tanggul Way Haru, Lampung Barat yang jebol yakni seluas 145 hektare (ha). Rincianya di Pekon Srimulio 50 ha, Bandaragung (25 ha) dan Tanjungsari (70 ha).

"Sampai Minggu (26/1/2020), sore kondisi tanaman itu sebagian masih terendam. Sekitar 50-70% tanaman padi petani roboh dan perlu disulam lagi," kata Seto, Senin, 27 Januari 2020.

Dia mengatakan jika dalam tiga hari tanaman itu masih terendam, maka dapat dipastikan tanaman akan rusak. Namun pihaknya masih melakukan pemantauan kembali untuk memastikan perkembangannya.

Petani setempat, kata Seto, terutama yang lahanya berada disepanjang tanggul aliran Way Haru berharap agar tanggul yang jebol itu segera diperbaiki.

Seto mengaku, tanaman padi yang tersebar di ke-145 ha yang terendam itu sampai saat ini tidak mendaftarkan tanamannya ke program AUTP.

"Walaupun petugas sudah menjelaskan tentang program AUTP, tapi petani-petani itu tidak ada yang mendaftarkan tanamanya masuk dalam program AUTP," kata Seto.

Karena itu, kata dia, banyak juga petani yang menyatakan menyesal jika selama ini tidak mendaftarkan tanamanya masuk pada program AUTP. "Saya berharap kedepan dengan adanya kejadian ini, maka akan banyak petani yang mau ikut program AUTP," kata dia.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Barat Yedi Ruhyadi meminta agar seluruh petugas lapangan segera mendata dan melaporkan areal tanaman padi yang terdampak banjir.

Kasi Bidang Pertanian, Davison mengatakan dalam beberapa hari belakangan ini diwilayah Lambar terjadi banjir, seperti yang terjadi di Kecamatan Bandarnegeri Suoh pada Sabtu, 25 Januari 2020.

"Pak Kadis sudah perintahkan petugas lapangan untuk mendata dan melaporkan tanaman padi yang terendam banjir di Bandarnegeri Suoh," kata Davison, Senin, 27 Januari 2020.

Davison mengaku sampai hari ini pihaknya masih menunggu laporan pasti jumlah luasan arel tanaman padi yang terendam banjir.

"Padi yang terdampak banjir di Bandarnegeri Suoh itu data riilnya ada 145 ha rata-rata masih berumur 1 bulan. Sebagian besar roboh. Tapi kami masih menunggu laporan pastinya," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait