#beritalampung#beritalamsel#pertanian

Sawah Petani di Kualasekampung Mulai Kesulitan Pasokan Air

Sawah Petani di Kualasekampung Mulai Kesulitan Pasokan Air
Lahan persawahan milik petani di Sragi, Lampung Selatan mulai kesulitan pasokan air dan mengering. Dok/Lampost.co


Kalianda (Lampost.co): Petani yang memiliki lahan di areal persawahan di Desa Kualasekampung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, mulai kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi lahan sawah mereka. Pasalnya, dalam sepekan terakhir sejumlah saluran irigasi mulai mengering dan mulai dialiri pasang surut air laut.

Seperti yang dialami, Edi Kuswanto, salah satu petani yang memiliki lahan sawah di Desa Kualasekampung. Dia mengaku sejak beberapa hari terakhir ia tidak dapat mengairi lahan sawah miliknya. Hal tersebut dikarenakan saluran irigasi terdekat sudah dialiri pasang surut air laut.

"Lahan sawah seluas satu hektare milik saya sudah kering. Mau saya sedot dari saluran irigasi, tapi airnya sudah asin karena pasang surut air laut," kata dia, Senin, 15 Agustus 2022.

Baca juga: Lomba Memancing Jadi Sarana Promosi Gemar Makan Ikan

Menurut Edi, saat ini ia hanya bisa pasrah lahan sawah miliknya kering karena minimnya pasokan air. Ia hanya bisa berharap hujan turun supaya tanaman padi yang kini berusia sekitar 30 hari setelah tanam (HST) bisa mendapatkan air.

"Mau gimana lagi, mas. Saya hanya mengandalkan beberapa hari kedepan turun hujan deras. Soalnya usia tanaman padi sudah 30 HST," kata dia.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Karya Tani Desa Kualasekampung, Wanto sebagian besar petani setempat hanya mengandalkan pompanisasi dari saluran irigasi untuk mengairi lahan sawah mereka. Saat ini petani hanya berharap kedepan turun hujan deras.

"Dari lahan sekitar 500 hektare di Desa Kualasekampung, hanya sekitar 5 persen petani memiliki sumur bor pribadi. Selebihnya, hanya mengandalkan saluran irigasi. Sedangkan, sekarang sudah pasang surut air laut," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait