#covid-19#pasienpositif#viriskorona#viruscorona

Satu Tenaga Kesehatan RSUD Pringsewu Jadi Pasien Baru Covid-19

( kata)
Satu Tenaga Kesehatan RSUD Pringsewu Jadi Pasien Baru Covid-19
Ilustrasi. Medcom.id.

Pringsewu (Lampost.co) -- Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Pringsewu bertambah satu orang setelah sebelumnya satu pasien terpapar virus yang awalnya dari Wuhan, Tiongkok itu, dinyatakan sembuh. Pria berjenis kelamin laki-laki itu merupakan petugas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Pringsewu Nofli Yurli dalam siaran persnya, Jumat, 26 Juni 2020, menyatakan pada Kamis, 25 Juni 2020, dari RSUD Pringsewu melaporkan adanya kasus terkonfirmasi positif covid. Pasien atas nama W (26), warga Pringsewu, dinyatakan covid-19 setelah hasil swab pertama dan kedua positif.

Nofli mengatakan pemeriksaan berawal dari screening dari rapid tes pasien pada 19 Juni 2020 reaktif. Hal itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel swab pada 22 Juni 2020 dan diperiksa di laboratorium RSUD Pringsewu dan hasilnya dinyatakan positif pada Kamis, 25 Juni 2020.

"Pasien kemudian diisolasi di RSUD Pringsewu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi pasien hingga saat ini cukup baik, tidak ada keluhan dari hasil pemeriksaan dokter RSUD Pringsewu," ujarnya.

Dia menjelaskan pasien merupakan salah satu tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Pringsewu dan masih ditelusuri kemungkinan sumber penularannya. Menurut dia, informasi penderita terkonfirmasi tersebut sudah diketahui Bupati Sujadi.

"Kami kini akan melakukan tracing terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien. Hal itu untuk mengetahui sumber penularan dan kemungkinan ada yang terpapar dari pasien ini," ujarnya.

Dia menyebutkan hingga kini di Pringsewu terdapat 114 orang tanpa gejala (OTG), 112 orang dalam pemantauan (ODP), satu orang meninggal, dan delapan pasien dalam pengawasan (PDP). Sedangkan dua pasien positif dengan satu orang sembuh dan satu dalam perawatan.

Nofli mengungkapkan Bupati Sujadi menginstruksikan agar dilakukan pemantauan terhadap orang yang kontak erat dengan pasien, terutama keluarga dan rekan kerja, tempatnya bertugas dan dipastikan pemeriksaannya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar