#metro#sethaunwahdi-qomaru

Satu Tahun Wahdi-Qomaru Membangun Kota Metro

Satu Tahun Wahdi-Qomaru Membangun Kota Metro
Wali Kota Metro Wahdi Sirajuddin di Lapangan Samber. (Foto: Lampost.co/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co)--Genap setahun, Kota Metro dipimpin oleh Wahdi-Qomaru, sejak dilantik pada 26 Februari 2021 lalu. Dengan mengusung Visi “Metro Kota Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya”, sudah banyak pencapaian yang diraih Wahdi-Qomaru meskipun dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19.

Jika dilihat dari pencapaian indikator kesejahteraan rakyat, Wahdi-Qomaru perlu berpuas hati naiknya beberapa indikator. Sebut saja, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik 0,3 poin dari tahun 2020. IPM Kota Metro Tahun 2021 berada di angka 77,49 dengan katagori “Tinggi”. Angka ini melampaui IPM Provinsi Lampung yang hanya berkisar di angka 69,9 dan nasional yang berada di angka 72,29.

Selanjutnya, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) cenderung membaik dengan turun 0,4 poin dibandingkan Tahun 2020 lalu. Tercatat, TPT di Kota Metro Tahun 2021 sebesar 5 persen dimana sebelumnya, yaitu Tahun 2020, angka TPT Kota Metro sebesar 5,4%. Perlu kita sadari bahwa pada Tahun 2021 terjadi gelombang ke-2 pandemi Cocid-19 dengan munculnya varian delta yang menginefksi banyak orang dan berdampak besar pada sektor perekonomian. Turunnya angka Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Metro dipicu dengan munculnya sector-sektor informal yang didukung penuh oleh pemerintah. Sejalan dengan TPT, laju pertumbuhan ekonomi Kota Metro tahun 2021 merangkak naik ke angka 2,91 dimana sebelumnya berada di angka minus 1,79 (Tahun 2020). 

Peningkatan laju pertumbuhan ekonomi ini tentunya didukung oleh banyak pihak, termasuk dunia usaha maupun masyarakat. Menyadari bahwa industri mikro dan kecil merupakan salah satu penopang perekonomian Kota Metro, Pemerintah bersama PKK dan Dekranasda pun menggenjot pemasaran produk melalui berbagai event dengan program MB2 atau “Metro Bangga Beli”. 

Di sektor pertanian.  Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pertanian secara rutin menggelar“Pasar Agro Metro Ceria”yang menjadi salah satu cara promosi dan distribusi yang efektif bagi para petani lokal untuk memasarkan hasil pertanianskala rumah tangga. 

Berbeda dari pencapaian IPM dan TPT, angka kemiskinan masih menjadi “PR” bagi pasangan Wahdi-Qomaru. Berdasarkan rilis BPS, persentase penduduk miskinKota Metro naik sebanyak 0,46 poin, dari 8,47 persen di tahun 2020 menjadi 8,93 persen di tahun 2021. Namun demikian, patut dicermati bahwa tren kenaikan angka kemiskinan terjadi secara nasional, hampir diseluruh kabupaten/kota. 

Program-program pengentasan kemiskinan secara terintegrasi terus dilakukanyang meliputi 1) program bantuan sosial dan jaminan sosial terpadu berbasis rumah tangga, keluarga, atau individu yang bertujuan untuk melakukan pemenuhan hak dasar, pengurangan beban hidup, dan perbaikan kualitas hidup masyarakat miskin 2) program pemberdayaan masyarakat dan penguatan pelaku usaha mikro dan kecil yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat miskin untuk terlibat dan mengambil manfaat dari proses pembangunan 3) program lainnya yang secara langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat miskin.
 

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait