#KPK#UNILA#DARMAJAYA

Satu Staf Yayasan IIB Darmajaya Diperiksa KPK

Satu Staf Yayasan IIB Darmajaya Diperiksa KPK
Penyidik KPK saat keluar dari ruang penyidikan Polresta Bandar Lampung. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satu staf yayasan IIB Darmajaya ikut diperiksa penyidik KPK di Mapolresta Bandar Lampung, Kamis, 29 September 2022. Staff bagian keuangan itu bernama Sari. Ia datang mengenakan kemeja putih dengan jilbab berwarna merah muda.

Sari keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 15.28 WIB. Ia membawa satu buah map warna merah muda. Namun ia bungkam kepada awak media.

Staff IIB Darmajaya itu dipanggil penyidik KPK terkait kasus suap yang menjerat sang Ketua Yayasan, Andi Deafiandi bersama Karomani.

Tak lama setelah Sari keluar dari ruang pemeriksaan, beberapa penyidik KPK keluar membawa sejumlah barang seperti ransel dan koper. Diikuti juga Ketua Satuan Pengendalian Internal (SPI) Universitas Lampung, Budiono.

Budiono mengatakan, ada beberapa orang yang juga diperiksa bersamaan dengan dirinya. Salah satunya adalah staf IIB Darmajaya, yang diakui tidak dikenalnya. "Ada tadi, tapi nggak tahu itu siapa ya. Tapi kami sama-sama diperiksa terkait kasusnya Pak Karomani," kata dia.

Budiono mengaku diberi belasan pertanyaan oleh penyidik. Salah satunya mengenai proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Universitas Lampung.

"Ini pemeriksaan saya yang pertama, mudah-mudahan yang terakhir ya. Tadi kayaknya ada 15 pertanyaan tentang PMB," ujarnya.

Sementara itu mengenai pihak-pihak yang tidak hadir pada pemeriksaan, Budiono mengatakan tidak melihat tiga nama seperti Warek II Unila, Asep Sukohar, Wakil Dekan 1 Fakultas Hukum Unila, Rudi Natamiharja, Dekan FISIP Unila, Ida Nurhaida.

"Nggak kelihatan tadi (tiga nama), mungkin berhalangan hadir ya saya nggak tahu," ujarnya.

Sementara itu salah satu penyidik KPK mengatakan bahwa pihak yang tidak hadir akan dijadwalkan kembali untuk melakukan pemeriksaan. "Nggak ada ya, ya nanti dijadwalkan ulang," kata salah satu penyidik bertopi hitam.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait