#korupsi#feeproyek

Satu Saksi Setor Fee Proyek Lampura hingga Rp20,85 Miliar

Satu Saksi Setor Fee Proyek Lampura hingga Rp20,85 Miliar
Tiga saksi yang dihadirkan pada sidang penerimaan fee proyek Lampura di PN Tanjungkarang, Rabu, 12 Januari 2022. (Foto: Lampost.co/Asrul S Malik)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang dugaan korupsi penerimaan fee proyek Pemkab Lampung Utara, tahun 2015-2019, dengan terdakwa Akbar Tandaniria Mangkunegara menghadirkan para saksi yang menyetor fee proyek. Bahkan, ada setoran fee proyek untuk satu orang mencapai Rp20,5 Miliar.  

Dari tujuh saksi yang jadwalnya dihadirkan pada persidangan hanya tiga yang hadir yakni Eka Saputera, Tohir Hasyim, dan Feri Efendi. Semua saksi itu berasal berasal dari Simpul Relawan.

Dari keterangan para saksi, JPU KPU Taufiq Ibnugroho, memaparkan fee proyek yang diserahkan oleh saksi, ke terdakwa Akbar Tandaniria muaranya sampai ke Eks Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara.

"Dari keterangan saksi tadi, salah satunya Eka Saputera, fee-nya 30% (dari pagu anggaran) ke terdakwa melalui saksi Taufik," paparnya pada sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi di PN Tanjungkarang, Rabu, 12 Januari 2022.

Baca juga: Besok, Sidang Fee Proyek Lampura Hadirkan Tim Relawan Pemenangan Bupati

Taufiq memaparkan, Eka Saputera sejak 2015-2017 menyetorkan fee senilai Rp20,85 miliar, Tohir Hasyim sejak 2015-2017 bersama beberapa relawan menyetorkan Rp6,83 miliar. Kemudian, Feri Efendi menyetorkan Rp825 juta.

"Dari keterangan itu sangat besar. Satu orang aja bisa mencapai Rp20 miliar lebih," katanya.

Pada bagian lain, saksi lainnya yakni Ansyari Saba, berhalangan hadir karena sakit. Sementara tiga saksi lainnya minta dijadwalkan ulang.

"Minggu depan dihadirkan bersama saksi lainnya," ujar Taufiq.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait