#KRIMINAL#BERITAPRINGSEWU

Satu Pembobol Kotak Amal di Pringsewu Dihadiahi Timah Panas

Satu Pembobol Kotak Amal di Pringsewu Dihadiahi Timah Panas
Pelaku pembobolan kotak amal dilumpuhkan dengan timah panas saat akan ditangkap. (Foto: Istimewa) 


Pringsewu (Lampost.co)  -- Dua pencuri kotak amal di sejumlah masjid dan musala yakni berinisial AS (24) dan BR (13) ditangkap tim anti bandit reskrim polres Pringsewu, Rabu, 25 Agustus 2021. Dari proses penangkapan itu, satu pelaku dihadiahi timah panas di bagian kaki karena berusaha melawan saat akan ditangkap.

Kedua pelaku yang merupakan warga Pulau Panggung Tanggamus itu sempat viral di medsos karena terekam cctv. Berbekal rekaman cctv, polisi akhirnya mengamankan keduanya kurang dari 2x24 jam.

Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata, menyatakan aksi pencurian kotak amal bermula pada Juni 2021. Hal itu sudah dilakukan di 7 TKP yakni 5 TKP berada di kabupaten Pringsewu dan 2 TKP berada di kabupaten Tanggamus. Ia menjelaskan terungkapnya kasus pencurian kotak amal berawal dari pembobolan kotak amal di sejumlah masjid antara lain Masjid Al Fajar Pringsewu Selatan yang sempat terekam CCTV dan viral di media sosial pada Senin, 23 Agustus 2021.

"Berbekal laporan pengaduan dan diperkuat rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian tim Tekab 308 Sat Reskrim, langsung bergerak melakukan penyelidikan," ungkap kasat yang langsung memimpin penangkapan kedua pelaku di Mapolres, Kamis, 26 Agustus 2021.

Baca juga: Residivis Begal Tiga Kali Dilumpuhkan Timah Panas

Feabo menjelaskan untuk tersangka BR ditangkap saat berada di rumahnya di Pekon Tanjungbegelung kecamatan Pulaupanggung. Sedangkan tersangka AS dibekuk saat sedang memperbaiki sepeda motornya di bengkel Mincang, kecamatan Talangpadang.

Ia menambahkan dari keterangan tersangka TKP untuk Pringsewu berada di Masjid Al ikhlas Pringsewu Utara, Masjid Alfajar Pringsewu selatan, musala belakang pendopo Pringsewu,  Masjid Baiturahman Sidoharjo, dan musala Alhidayah, Pringsewu Barat.

Adapun TKP yang berada di wilayah Tanggamus yaitu Masjid depan Rest area Gisting  dan kotak amal di Kantor pos Pekon Tekad kecamatan Pulau Panggung.

"Dari hasil pembobolan kotak amal di 7 TKP, keduanya mengaku mendapat uang sebanyak Rp7,7 juta,"  kata kasat.

Baca juga: Begal Motor di Metro Dihadiahi Timah Panas

Ia melanjutkan untuk melancarkan aksinya, kedua pelaku sudah mempersiapkan alat perusak kotak amal berupa obeng dan kunci Inggris.  Iptu Feabo juga menjelaskan uang hasil membobol kotak amal digunakan untuk berbagai keperluan yaitu berjudi online, membeli HP, dan membeli kebutuhan sehari-hari.

Kasat Reskrim menambahkan dari pengakuan keduanya dalam  permainan judi online yang telah dilakoninya sejak 2020. Pelaku AS mengaku sering kalah dan untuk membiayai perjudian pelaku sering menjual HP dan menggadaikan motor.

"Setelah punya hutang banyak, AS kesulitan bagaimana untuk mendapatkan uang guna menebus hp dan motor yang digadaikan. Karena buntu akal, akhirnya memilih jalan pintas dan membobol kotak amal," ungkapnya.

AS akhirnya juga mengajak keponakannya BR (13) yang berstatus pelajar SMP.  Dari hasil mencuri kotak amal  BR pun memiliki ponsel. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Bagi tersangka yang masih di bawah umur maka dalam proses peradilannya tetap mengacu pada UU No 11 tahun 2012 tentang peradilan anak.
 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait