#pembunuhan#penggembalakambing

Satu Menunggu di Mobil, 4 Pelaku Eksekusi Penggembala Kambing

Satu Menunggu di Mobil, 4 Pelaku Eksekusi Penggembala Kambing
Tersangka Febri Siswanto dan sejumlah alat bukti pencurian dan pembunuhan penggembala kambing diamankan petugas kepolisian. Dok.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Unit Reskrim Polsek Sukarame bersama Satreskrim Polresta Bandar Lampung masih mengejar empat anggota komplotan pencurian kambing disertai pembunuhan terhadap penggembala bernama Umin (17).  Satu pelaku, yakni Febri Siswanto (37), ditangkap pada Rabu, 11 November 2020, di Kelurahan Karangmaritim, Kecamatan Panjang, sedangkan empat rekannya, A,A,M, dan Y, masih dikejar petugas.  

Korban Umin (17) ditemukan tak bernyawa pada 29 Januari 2020 di Jalan Soekarno-Hatta, kompleks pergudangan Arvin, Kelurahan Campangraya, Kecamatan Sukabumi. Korban ditemukan dalam keadaan tangan dan kaki terikat serta mulut tertutup lakban.

 

"Dari perkara ini setelah kami identifikasi dan olah TKP awal, kami duga lebih dari satu orang," ujar Kapolsek Sukarame Kompol Evinater Sialagan, Senin, 16 November 2020.

Setelah melakukan penyelidikan hingga 9 bulan, aparat mengendus keberadaan Febri, yang pulang ke kediamannya usai melarikan diri ke suatu tempat. "Kami tangkap dan periksa. Pelaku mengakui perbuatannya dan beperan sebagai cucuk (ide pencurian)," ujarnya.

Kapolsek menambahkan awalnya niat para pelaku hanya ingin mencuri kambing yang digembalakan korban. Namun, karena tepergok komplotan tersebut nekat membunuh korban, kemudian kambing gembalaan Umin diangkut dengan kendaraan roda empat.

Febri tidak terlibat langsung dalam pembunuhan Umin. Saat itu, dia berada di mobil sembari mengamati situasi sekitar. Sementara empat pelaku lainnya, yang menggasak kambing, hingga nekat membunuh pelaku.

"Empat orang yang mengeksekusi dan yang ditangkap standby di kendaraan. Dari situ kami ketahui pencurian ini sudah direncanakan," katanya.

Beberapa ekor kambing yang digasak pelaku sudah dijual dan hasilnya dibagi. "Kambing tersebut sempat dijual walau di DP dan hari ketiga baru lunas," katanya.

Sementara, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana memaparkan beberapa alat bukti telah dipegang penyidik, seperti rekaman CCTV sekitar lokasi, CCTV di sekitar area tol, keterangan saksi yang mendengar suara kambing saat mobil yang digunakan pelaku melintas, hingga pengakuan pelaku. "Berdasarkan alat bukti tersebut kami menetapkan tersangka terhadap yang sudah ditangkap dan pelaku lain masih diburu," paparnya.

 Febri dijerat dengan Pasal 365 Ayat (4) dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup.

Dapat Rp400 Ribu

Febri mengaku dari total lima kambing yang dicuri komplotannya seluruhnya dijual dengan total Rp4,7 juta. "Saya hanya dapat Rp400 ribu, sisanya dibagi empat," ujarnya di Mapolresta Bandar Lampung.

Dia mengaku sempat menjadi penggembala kambing di lokasi tersebut sehingga mengetahui seluk beluk kondisi dan jumlah hewan ternak. Kemudian ia juga yang memiliki rencana dan mengajak empat orang lainnya selaku eksekutor ketika beraksi.

"Kambingnya memang di kandang dan saya memang pernah kerja di situ," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait