#jambret#perampokan

Satu dari Dua Pelaku Jambret di Kotaagung Ditangkap

Satu dari Dua Pelaku Jambret di Kotaagung Ditangkap
Feriyansah (28), warga Pekon Kagungan, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus ditangkap sebagai tersangka jambret di Jalan Islamic Center Kotaagung. Lampost.co/Rusdy Senapal


Kotaagung (Lampost.co) -- Polsek Kotaagung menangkap Feriyansah (28), warga Pekon Kagungan, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus karena menjambret di Jalan Islamic Center Kotaagung.

Tersangka menjambret ponsel milik korban bernama Andika Saputra (17), pelajar asal Pekon Kusa Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus.

Saat beraksi, tersangka bersama rekannya mengeroyok dan mengancam korban dengan pisau. Kedua pelaku menyambangi korban dengan berpura-pura bertanya alamat. 

Kapolsek Kotaagung AKP Muji Harjono mengatakan, tersangka ditangkap berdasarkan hasil penyelidikan atas laporan penjambretan pada 18 Juli 2021.

"Tersangka ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya pada Sabtu, 24 Juli, pukul 21.00 WIB," kata dia, Senin, 26 Juli 2021.

Baca: Polisi Masih Buru Dua Pelaku Pembunuhan di SPBU Waydadi

 

Kejadian bermula saat korban sedang duduk duduk di pinggir jalan sambil memainkan ponsel dan didatangi dua pria tidak dikenal. Salah satu pelaku berpura-pura menanyakan alamat kepada korban. Saat korban menjawab dan berdiri, tiba-tiba pelaku langsung merangkul dan mengancam korban dengan pisau lalu merampas ponsel yang sempat terjatuh. 

Saat kedua pelaku hendak melarikan diri, korban sempat menendang sepeda motor pelaku hingga terjatuh. Korban pun sempat melemparkan batu ke arah pelaku namun meleset. 

Melihat perlawanan korban, pelaku kembali mengeroyok dan mengancam korban dengan pisau. Kedua tersangka kemudian melarikan diri kearah Pekon Terbaya, Kotaagung.

"Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp4 juta dan melaporkan ke Polsek Kotaagung," jelasnya.

"Kami sedang mengejar satu pelaku yang melarikan diri dan ditetapkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO)," tambahnya.

Tersangka dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait