#lampungselatan

Satu Bulan, 36 Pelaku Kriminal di Lamsel Ditangkap

Satu Bulan, 36 Pelaku Kriminal di Lamsel Ditangkap
Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin dan jajaran saat menggelar konferensi pers di Mapolres Lampung Selatan, Kamis, 8 September 2022. (Foto: Lampost.co/Perdhana Wibysono)


Kalianda (Lampost.co) - - Kurun waktu sebulan, Polres Lampung Selatan, menangkap 36 tersangka dari 26 kasus perjudian, pencurian, pembunuhan, perkosaan, dan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dari 26 kasus yang diungkap diantaranya, pencurian dengan pemberatan 8 kasus, perjudian 8 kasus, perkosaan 5 kasus, pencurian dengan kekerasan 1 kasus, pencurian 1 kasus, pembunuhan 1 kasus dan penyalagunaan BBM subsidi 1 kasus. 

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin menjelaskan sebanyak 36 tersangka ditangkap dari sejumlah kasus tersebut. 

"Ini hasil ungkap kasus kurun waktu sebulan," kata dia, saat konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis, 8 September 2022. 

Menurut Edwin, puluhan kasus kriminalitas yang diungkap merupakan kinerja satuan reserse kriminal (reskrim) polres Lampung Selatan dan seluruh jajaran polsek. 

"Keseluruhan merupakan hasil kinerja jajaran polres Lampung Selatan," ujarnya. 

Edwin juga menjelaskan untuk kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi, diungkap di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Senin 5 September 2022, sekitar pukul 22.00 WIB.

"Kejadiannya Senin malam, kemarin," katanya. 

Menurut Edwin, untuk BBM bersubsidi jenis solar, sebanyak 22 jeriken ukuran 35 liter diangkut menggunakan pikap Daihatsu Grandmax BE-8262-KQ yang dikemudikan Andika Saputra (25) warga Kecamatan Sragi. 

"Pengemudi mengaku solar tersebut miliknya," ujar dia. 

Kapolres menyatakan rencananya solar bersubsidi tersebut akan dijual kembali kepada para nelayan di Desa Kualajaya, Kecamatan Sragi, dengan mendapatkan keuntungan Rp15 ribu/jeriken. 

"Solar akan dijual lagi kepada nelayan di Kuala Jaya," ujarnya. 

Selanjutnya, dilakukan pengembangan yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan, ke rumah warga setempat. Polisi menemukan 15 jeriken solar bersubsidi. 

"Penyalahgunaan BBM-nya, karena hendak dijual lagi dan meraup keuntungan," kata dia. 

Edwin menambahkan tersangka berikut pikap dan 1.221 liter solar bersubsidi yang ada dalam 37 jeriken diamankan ke Mapolres Lampung Selatan. Menurutnya, tersangka dijerat Pasal 55 UU RI Nomor 11 Tahun 2020, tentang Cipta Kerja Perubahan atas Undang-Undang RI Tahun Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 

"Ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar," katanya.

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait