#Korupsi#KPK#lampungselatan

Satpol PP Jaga Aset Bekas Sitaan KPK di Lamsel

Satpol PP Jaga Aset Bekas Sitaan KPK di Lamsel
PT. KKI di wilayah Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Lampost.co/Juwantoro


Kalianda (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) akan mengerahkan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) untuk menjaga salah satu aset daerah yang sebelumnya dikembalikan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) atas perkara kasus fee proyek.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lamsel Thamrin menyatakan aset yang akan dijaga penuh tersebut berupa kantor dan fasilitas perusahaan pengelola aspal di wilayah Kecamatan Sidomulyo.

"Cuma satu, Aspalt Mixing Plant (AMP) itu yang akan dijaga ketat Satpol -PP," ujar dia, di Masjid Agung Kalianda, Rabu, 28 April 2021. 

Baca: BPKAD Lamsel Enggan Beberkan Status Tanah Sitaan KPK

 

Dia menyebut, setelah disita lalu dikembalikan lembaga antirasuah, kondisi aset itu tidak dijaga dengan maksimal. Oleh karena itu, berdasarkan hasil kesepakatan, lokasi yang menjadi aset daerah akan dijaga anggota Satpol-PP.

"Ya, kita maksimalkan. Kalau untuk pemanfaatannya belum," kata Thamrin.

Thamrin membantah jika penjagaan dilakukan karena ada beberapa barang atau aset yang hilang.

"Enggak ada. Situasi sekarang ini, kalau di lokasi itu tidak ada listriknya. Maka, akan kami pasang listrik, semacam lampu. Karena itu kan menjadi aset daerah," katanya. 

Dia menjelaskan, setidaknya dibutuhkan dua personel Satpol-PP untuk menjaga aset milik daerah tersebut selama 24 jam.

"Kalau petugas yang piket, Satpol-PP yang menyiapkan. Nanti, dijaga 24 jam," jelasnya.

Sementara aset berbentuk tanah, Pemkab telah bekerja sama dengan pihak tertentu untuk mengelolanya dengan menanami jagung.

"Kalau untuk aset lainnya berupa mobil ada yang sudah diajukan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk dilelang," kata Thamrin.

Sementara itu, Plt Kepala Satpol -PP Lamsel Heri Bastian menyatakan, pihaknya akan menyiapkan enam personel yang akan piket secara bergantian menjaga aset yang diketahuinya sebelumnya dikuasai oleh PT. Krakatau Karya Indonesia (KKI).

"Kami carikan anggota yang terdekat tinggal daerah itu. Ya, setidaknya enam orang personel. Dijaga dua orang per hari secara bergantian," kata Heri.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait