#Covid-19lampung

Satgas Covid-19 Tubaba Batasi Hajatan Maksimal 50 Orang

Satgas Covid-19 Tubaba Batasi Hajatan Maksimal 50 Orang
Rapat koordinasi gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Tubaba, di ruang rapat Bupati Tubaba Kamis 8 Juli 2021 lalu. Dok


Panaragan (Lampost.co) -- Satgas Covid-19 Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) tidak ingin kecolongan wilayahnya berubah status dari Zona kuning menjadi zona merah. Atas dasar itu, dikeluarkan surat edaran pembatasan kegiatan yang mengundang kerumunan, termasuk hajatan maksimal 50 orang dan tidak menyediakan makan di tempat.

Surat edaran nomor 36/148/III.07/Tubaba/VII/2021 itu ditandatangani oleh Ketua Satgas Covid-19 Tubaba, Umar Ahmad, wakil wakil ketua gugus tugas dari TNI dan Polri, wakil bupati, Kemenag serta sejumlah organisasi masyarakat diantaranya ketua MUI Tubaba, dan tokoh adat, ditetapkan pada 9 Juli 2021 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Bupati Tubaba Umar Ahmad mengatakan, surat edaran tersebut mengimbau kepada warga untuk sementara waktu dapat melakukan pembatasan segala macam bentuk kegiatan yang mengundang kerumunan. Di antaranya dalam hal pernikahan, khitanan atau hajat lainnya.

"Pernikahan cukup akad nikah di KUA atau rumah, sedangkan hajatannya hanya boleh dihadiri oleh keluarga dan undangan tidak melebihi dari 50 orang. Tidak disediakan makanan di tempat, namun boleh dibawakan pulang. Pelaksanaan kegiatan hanya boleh dilaksanakan pada siang hari antara pukul 8.00 WIB hingga 15.00 WIB," kata dia.

Tidak diperkenankan adanya hiburan musik, orgen, orkes dan sejenisnya, tidak diperkenankan kontak fisik atau berjabat tangan dengan baik antara undangan dengan tuan rumah, maupun antar sesama pengunjung.

Selama kegiatan berlangsung, wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan wajib menyediakan sarana kesehatan seperti, masker, tempat cuci tangan dengan sabun dan spanduk himbauan siaga Covid-19.

Terpisah, Wakil Ketua Satgas Covid-19 kabupaten setempat, Letkol inf Harry Prabowo menjelaskan dikeluarkannya surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari Inmendagri nomor 17 tahun 2021 tanggal 5 Juli tetang PPKM berbasis mikro dan surat edaran gubernur Lampung tanggal 8 Juli serta keputusan rapat satgas penanganan Covid-19 kabupaten Tubaba pada tanggal 8 Juli 2021.

Selain hajatan baik pernikahan, khitanan maupun hajat lainnya, dalam surat edaran tersebut juga mengatur tentang pelaksanaan kegiatan tempat tempat makan dan minum yang dibatasi hanya boleh 25 % dari kapasitas. Tempat tempat hiburan malam ditutup untuk tidak beroperasi sementara waktu. Kegiatan belajar mengajar mengikuti teknis yang diatur oleh menteri pendidikan.

Kegiatan seni budaya, dan sosial kemasyarakatan yang menimbulkan potensi kerumunan untuk ditunda sementara waktu, kegiatan Rapat, seminar, pelatihan dan semacamnya ditempat umum dibatasi hanya 25 % peserta, dengan catatan selama berlangsungnya acara tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Sementara itu Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saipul Rahman menegaskan, barang siapa yang melanggar aturan PPKM berbasis mikro akan dikenakan sangsi sesuai dengan ketentuan undang-undang nomor 4 tahun 1984 tentang wabah menular, undang undang nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, perda dan perbup tentang pengendalian dan pencegahan Covid-19, serta peraturan lain yang terkait.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait