#Lebaran#Mudik#PekerjaMigran

Satgas Covid-19 Pusat Imbau Migran Tak Mudik

Satgas Covid-19 Pusat Imbau Migran Tak Mudik
Ketua Satgas Covid-19 Pusat, Doni Monardo. Dokumentasi/ Humas Pemprov Jatim


Surabaya (Lampost.co) -- Ketua Satgas Covid-19 Pusat, Doni Monardo, mengimbau agar tenaga migran menunda mudik ke Indonesia, pada libur lebaran Idulfitri 1442 Hijriah. Tujuannya untuk menekan kasus covid-19 seiring melandainya angka kasus positif covid-19 di Indonesia.

"Kami mengimbau untuk sementara ini mereka-mereka (tenaga migran) bisa menunda kepulangannya ke Tanah Air, kecuali mereka yang sudah kehilangan pekerjaan. Sementara di dalam negeri sendiri, pemerintah memutuskan tidak ada mudik," kata Monardo di sela kunjungannya ke Jatim, Kamis, 1 April 2021.

Monardo berharap pekerja migran di luar negeri memahami kebijakan larangan mudik. Keputusan tersebut berdasar pengalaman pada libur lebaran tahun 2020 silam, di mana kasus positif covid-19 meningkat tajam pasca Idulfitri.

"Semuanya ini bertolak dari pengalaman kita setahun terakhir. Setiap selesai libur panjang, kasus Covid-19 selalu mengalami peningkatan. Puncaknya kasus aktif pada akhir Januari dan awal Februari yaitu sebanyak 176 ribu orang," jelasnya.

Oleh karena itu, Monardo berharap agar Jatim dapat mengoptimalkan kemampuan dalam penanganan WNI yang akan tiba melalui Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo. Sehingga Jatim memiliki pola penanganan yang optimal, sebagaimana perintah Presiden RI Joko Widodo.

"Jadi, tadi kami membahas agar Jatim memperkuat satgas daerah. Tentunya disini bantuan dari TNI dan Polri sangat penting sekali," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Monardo mengapresiasi Pemprov Jatim dalam menekan angka kasus covid-19 di wilayahnya, yang hingga saat ini terus terkendali. Bagi dia, hal tersebut merupakan penurunan jumlah kasus yang luar biasa dalam tiga bulan terakhir.

"Kasus aktif jauh di bawah kasus aktif nasional, angka kesembuhan di atas angka nasional, hanya saja yang kurang adalah angka kematian masih di atas nasional," ujarnya.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait